Salah satu komponen penting dalam kenaikan kelas di pondok pesantren adalah praktik membaca kitab klasik (kitab kuning) secara baik dan benar. Hal ini dilakukan setiap triwulan sekali dalam jangka waktu satu tahun ajaran. Maka dari itu, Madrasah Diniyah Miftahul Ulum melaksanakan praktik ujian baca kitab kuartal I kemarin malam, (Kamis 28/07/2022).

Ujian baca kitab ini dilaksanakan di gedung AULA pada  pukul 21:00 WIS sampai selesai. Para pesertanya ialah semua siswa yang duduk di bangku kelas Shifir sampai kelas 3 MTsD. Namun untuk metode ujiannya berbeda beda, untuk kelas Shifir sampai II Ibtidaiyah diuji oleh wali kelas masing masing, sedang bagi kelas III Ibtidaiyah sampai kelas III Tsanawiyah diuji oleh dewan penguji yang telah ditentukan sebelumnya. Sebagai pembuka ujian tadi malam, dimulai dari kelas III Madrasah Tsanawiyah.

Seluruh siswa harus sampai pada target yang telah ditentukan, yaitu mampu membaca syarah kitab Fathul Qarib bil murod dan sesuai dengan pedoman ilmu Nahwu dan Shorrof. Hal ini juga sebagai salah satu bentuk persyaratan kenaikan kelas. Jika dalam kuartal I terdapat siswa yang tidak memenuhi indeks nilai, maka di kuartal II & III nilai harus sampai pada indeks yang telah ditentukan.

“Seluruh peserta  yang ikut dalam ujian malam ini harus betul betul semangat dan bersungguh sungguh. Jika ada peserta yang nilainya masih belum mencapai target, jangan pernah menyerah. Belajar lah lebih giat lagi, masih ada kesempatan di kuartal II & III.” Tutur Ust. Muhammad Muhyi, S.Pd. Kepala Madrasah Diniyah dalam sambutannya tadi malam.

Bahkan ujian praktik baca kitab ini, selain menjadi acuan dasar dalam kenaikan kelas juga menjadi salah satu misi Madrasah Diniyah Miftahul Ulum. Yaitu membekali santri dengan metodologi berpikir kritis dan mampu mentransformasikan kutub at-turats di era berkembangnya informasi dan teknologi yang begitu cepat. Karena di era yang serba instan ini banyak masyarakat yang terlena, sehingga kurang memahami metode pengambilan hukum dari sumber aslinya.

Kepala Madin Memberikan Sambutan.

Ketua panitia umum pada ujian kali ini adalah adalah Ust. Mua’ayyani, sedang ketua panitia ujian baca kitab putra Ust. Abdullah. Untuk di putri sendiri, Ust. Habibi yang menjabat sebagai Kurikulum Madin di tunjuk sebagai ketua panitia. (KHL Jum’at 29/07)

Leave a Reply

Your email address will not be published.