Senin 03 September 2022 UGB (Urusan Guru Bantu) PPMU Bakid mengadakan rapat evaluasi paruh tahun yang berlangsung di Gedung Aula lantai bawah. Rapat tersebut dihadiri oleh seluruh Guru Bantu PPMU Bakid. Namun untuk Guru Bantu yang berada di wilayah luar Jawa, seperti Madura, Batam, Sampit dan Maluku hadir secara online, via zoom meeting.

            Rapat yang dimulai pada pukul 09.00 WIS tersebut dihadiri oleh: Ust. Sholeh Ardiansyah selaku Wakil Ketua Yayasan PPMU Bakid. Dalam sambutannya beliau menyampaikan beberapa hal, diantaranya; beliau berharap evaluasi yang dilaksanakan ini semoga sesuai dengan prosedur yang telah ditetapkan Yayasan. Sehingga Guru Bantu yang dikirim ke wilayah masing masing mampu menjalankan amanah yang dipercayakan oleh Pondok Pesantren Miftahul Ulum. “Tetap amalkan arkanud din, yaitu Iman, Islam dan Ihsan” pungkas beliau di akhir sambutannya.

            Selain itu Ust. Imron rosydi selaku perwakilan dari Pengurus Pesantren juga hadir untuk menyampaikan beberapa hal terkait. Diantaranya; beliau mengingatkan betapa pentingnya meningkatkan kedewasaan diri ketika berada di tempat tugas. Karena beradaptasi dengan lingkungan di tempat tugas dibutuhkan kedewasaan diri. Jangan sampai terjerumus pada larangan undang undang yang telah ditetapkan oleh Pesantren. Disamping itu beliau berharap terhadap seluruh Guru Bantu untuk bisa melanjutkan perjuangan di tempat tugas.

            Sedangkan Ust. H. Sarto selaku ketua Urusan Guru Bantu, pidato yang disampaikan terdapat banyak candaan dan lebih terkesan banyak menggunakan bahasa yang tidak terlalu formal. Namun meski begitu semua peserta yang hadir tetap khidmat mendengar apa yang beliau sampaikan. “Wajar saja jika kami marah ketika menemukan temuan yang tidak sesuai dengan apa yang telah kami tetapkan, karena kalian adalah anak anak kami yang sangat kami sayangi” pungkas beliau di akhir sambutannya, dengan diiringi tawa para peserta.

            Setelah acara sambutan, Ust.  Abdurrahman memimpin diskusi rapat evaluasi, beliau memulai dengan menyapa peserta yang mengikuti rapat via zoom meeting. Kemudian Guru Bantu yang berada di wilayah Maluku di persilahkan untuk menyampaikan evaluasinya selama paruh tahun ini. Uniknya temuan tempat tugas yang tepatnya berada di wilayah Tidore tersebut berbeda dari tempat tempat lainnya.

            Melalui juru bicara yang diwakilkan oleh Ust. Bakiruddin, beliau menyampaikan bahwa PP. Haritsul Khairat Tidore Maluku, ingin menambah Guru bantu sebanyak 6 orang lagi dari adanya Guru Bantu sementara ini yang hanya 6 orang. Mengingat minimnya pengelolaan Madrasah Diniyah. Karena sementara ini Madrasah Diniyah yang dikelola di PP. Haritsul Khairat hanya berfokus pada Santri Putra saja, sedangkan di Santri Putri masih belum bisa dilaksanakan secara maksimal. Selain itu PP. Haritsul Khairat Tidore merupakan Pondok Modern yang masih minim kesalafannya.

            Setelah acara diskusi yang berlangsung selama 2 jam, acara tersebut ditutup dengan pembacaan doa bersama, dipimpin langsung oleh Ust. H. Khoirus. Acara tersebut selesai pada pukul 01.00 WIS.

Pewarta: Muhammad

Editor: Muhammad

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *