Kamis 25 Agustus 2022 M. kepengurusan PPMU BAKID mengadakan rapat dan sosialisasi program KBM (Kegiatan Belajar Mengajar) Ma’hadiyah dan Madrasiyah di Gedung Aula. Acara yang dimulai pada pukul 10.30-13.30 WIS tersebut dihadiri oleh sejumlah Staf Pengurus Pesantren dan Staf Pengurus Yayasan. Diantaranya ialah Ust. H. Sholeh Ardiansyah (Wakil Ketua Yayasan), Bapak Muhammad Nasir (Kepala Bidang Pend. Yayasan), Ust. Amanullah S.H (Pengurus Pesantren), Ust. Muhammad Muhyi S.Pd.i (Kepala Madin) dan beberapa staf pengurus lainnya.

Rapat yang diikuti oleh seluruh asatidz PPMU tersebut, membahas mengenai evaluasi program belajar mengajar ma’hadiyah dan madrasiyah. Dalam sambutannya Ust. Sholeh Ardiansyah menyampaikan mengenai pentingnya mengevaluasi pendidikan sebaik mungkin, sehingga mampu menjalankan seluruh program dan manajemen secara maksimal. Dalam hal ini beliau juga membahas tentang pentingnya pendidikan akhlak dalam membenahi moral peserta didik. Karena akhlak baik dari tenaga pengajar merupakan pengaruh penting terhadap siswa. Beliau juga menambah, bahwa di pesantren kita sendiri titik tekannya dari dulu memang ada pada dua hal, yaitu Akhlak dan Al Quran.

“Yang terpenting dalam sebuah pendidikan adalah menggunakan waktu semaksimal mungkin”, tambah beliau di akhir sambutannya.

Kemudian Bapak Muhammad Nasir sendiri selaku Kepala Bidang Pendidikan di Yayasan PPMU, menyampaikan bahwa lahirnya sebuah pesantren itu berawal dari pendidikan, sehingga tonggak terpenting dalam sebuah pesantren itu ada pada pendidikan. Dan dari situlah perlu adanya contoh dan perilaku baik dari seluruh asatidz, karena asatidz memiliki andil besar di dalam seluruh kegiatan pendidikan yang ada di pesantren. Terakhir beliau menyampaikan terimakasih sebanyak banyaknya kepada seluruh asatidz PPMU yang selama ini telah mengawal program pendidikan secara baik.

Terakhir dari Ust. Turmudzi selaku pengajar senior di pesantren juga meyampaikan beberapa hal. Diantaranya, beliau membahas tentang sejarah manajemen pendidikan di pesantren yang dulunya masih belum begitu baik dan tertata secara rapi. Namun, dengan adanya proses panjang  kemudian terbentuklah manajemen pendidikan secara baik dan benar. Akan tetapi semua itu tidak akan terealisasi tanpa adanya langkah beserta dukungan dari para tenaga pengajar. Beliau juga menghimbau, bahwa perlu adanya perhatian dan pendekatan terhadap para siswa, lebih lebih siswa yang masih belum mumpuni dalam penguasaan materi. Sehingga dari perhatian tersebut diharapkan munculnya keseimbangan pada produk peserta didik.

Rapat yang berlangsung selama 3 jam tersebut diakhiri dengan diskusi yang di pandu oleh Ust. M. Muhyi S.Pd.i selaku Kepala Madrasah Diniyah dan Ust. Amanullah S.H selaku Pengurus Pesantren. Beberapa asatidz ada yang menyampaikan usulan serta pendapat, bahkan dalam diskusi tersebut pihak Hankamtibmas menghimbau terhadap seluruh tenaga pengajar untuk tidak menggunakan tindakan berlebihan terhadap peserta didik yang akan mengakibatkan kejenuhan ketika proses belajar mengajar. Kemudian sebagai pemungkas Ust. Imron Rasydi di tunjuk sebagai pemimpin doa dengan harapan terealisasinya secara penuh seluruh materi rapat yang dibahas.

Pewarta: M Kholili

Editor: M Kholili

Leave a Reply

Your email address will not be published.