Kita mungkin sudah tahu, percaya pada hal ghaib merupakan syarat mutlak bagi orang mukmin untuk keutuhan imannya. Seorang mukmin hendaklah memperkuat imannya dan meningkatkan ibadahnya karena kedua hal ini sangat urgent di dalam agama Islam.

       Belakangan ini kita sering dibenturkan dengan keimanan yang seakan-akan bisa ditafsirkan dengan pemikiran. Dalam konteks ini mengenai iman kepada perkara ghoib. Ada yang mengatakan bisa melihat jin, bisa berkomunikasi dengan mahluk halus, bisa melihat dunia lain yang di dalam Islam tidak ada keterangan spesifik mengenai hal tersebut.

       Memang kita harus percaya pada hal ghaib tapi mekanisme dan caranya tidak melulu seperti apa yang kita imajinasikan atau lebih lebih hanya sekedar melihat adegan alam ghaib di tayangan televisi. Kita di berikan ilustrasi tantang ajian dan ilmu-ilmu kebatinan lewat tayangan yang seolah-olah menggambarkan kalau itu memang asli dunia ghoib.

       Banyaknya tayangan tantang dukun, paranormal, dan orang-orang yang menyatakan diri (mengakui dirinya sendiri bisa melihat hal yang bukan sesederhana itu dalam pandangan Islam) dan mereka mengatakan itu ilmu kebatinan, karamah, ilmu ladunni dan ilmu-ilmu lainnya, dan menuntun kita untuk mengkotak-kotakkan bayangan tentang ilmu itu ke dalam  imajinasi kita. Tayangan-tayangan itu mereka berikan seolah-olah seperti itulah ilmu ghaib/karomah dan kesaktian, sehingga kita membuat persepsi kalau yang ada di imajinasi kita atau yang pernah kita lihat memang ilmu ghaib. Padahal otak kitalah yang salah menghasilkan persepsi tentang dunia ghaib karena menganggap benar tayangan-tayangan yang mereka suguhkan.

       Dalam sejarah keislaman kita juga mengetahui sunan Bonang bisa merubah pohon menjadi emas sehingga Raden Syahid (Sunan Kalijaga) memeluk agama islam, Syaikh Abdul Qodir Al Jailani melihat cahaya yang di buat iblis agar seolah-olah itu allah, KH Kholil Bangkalan yang bisa sholat di Mekkah padahal sedang ada di di Madura. Hal ini tidak sesederhana akal kita dalam menyerapnya, bahkan dalam beberapa kenyataan tidak bisa di alurkan dengan akal sehingga kita tidak boleh menyatakan dengan pemikiran yang kita ketahui dari gambar atau televisi.

       Karomah memang hal yang di luar nalar manusia, itu bentuk spesial yang diberikan Allah kepada seorang hamba yang tekun beribadah. Namun hal itu tidak  harus dipamerkan seperti sekarang, yang seakan-akan terjadi setiap hari dan bisa di lakukan oleh orang yang memiliki banyak follower atau subscriber. Mana ada orang yang mempunyai keutamaan seperti itu dipamerkan di khalayak ramai. Jadi bijaklah dalam menilai atau minimal tidak usah mengatakan hal yang kita tidak tahu kepastiannya hanya karena ingin di anggap orang yang update dan mengerti tantang hal tersebut. 

       Menurut literatur agama karamah itu dimiliki oleh para wali Allah dan sungguh kewalian itu tiada yang mengetahui kecuali mereka memiliki derajat yang sama. Dan para wali Allah akan merasa sedih jika karamah atau kewaliannya diketahui oleh banyak orang sehingga ada berapa para wali yang meminta dicabut nyawanya karena telah diketahui kewaliannya.

        kita sebagai umat Islam dituntut percaya pada hal ghaib, namun tidak serta-merta percaya pada perkataan orang yang tidak mempunyai kredibilitas keilmuan yang diakui oleh para ulama. Jangan karena punya banyak keris atau Jimat kita percaya kalau orang itu punya kelebihan yang bahkan bisa mengalahkan ulama dan kita meyakini serta patuh pada apa yang di ucapkannya, sehingga akhirnya kita tertipu oleh muslihatnya.

        Sebagai goresan terakhir, mari jangan menilai seseorang hanya dari bajunya, pamerannya atau keris dan jimatnya. Tapi juga keilmuannya, gurunya, nasabnya, dan penilaian ulama terhadapnya. Jangan sampai umat Islam dibodohi oleh oknum yang mengatasnamakan agama. Bijaklah dalam menilai dan perbanyaklah berguru dengan para ulama jika ada kejanggalan atau permasalahan. Musyawarah adalah jalan terbaik jika ada masalah, lebih-lebih musyawarah dalam rangka meminta restu terhadap para alim ulama.

Penulis: Jamhuri

Leave a Reply

Your email address will not be published.