PPMU BAKID – (Kamis, 14/07/ 2022) Pondok Pesantren Miftahul Ulum melalui struktural Urusan Guru Bantu (UGB) yang berada di bawah naungan Yayasan Miftahul Ulum pada tahun pelajaran 1443 H/2022 M. resmi  telah memberangkatkan Guru bantu GB Pondok pesantren Miftahul Ulum  Lumajang ke Ponpes Harisul Khairaat Tidore –  Maluku Utara. Pemberangkatan GB Bakid ini, dilatarbelakangi oleh Bapak Mas’ud selaku ketua PCNU (Pengurus Cabang Nahdhatul Ulama’) Lumajang yang bekerja sama dengan Bapak Khoiruddin yang aktif sebagai Kabag. Kesra (Kesejahteraan Rakyat) Lumajang. dimana, keduanya mengajukan kepada Pembina  sekaligus Pengasuh Yayasan Pondok Pesantren Miftahul Ulum Lumajang (K.H.Husni Zuhri Bin Sirojuddin) untuk mengirimkan beberapa Santrinya agar berkhidmat  dan membantu di Pondok Pesantren Harisul Khairaat Tidore – Maluku Utara.

            Pemberangkatan GB ke Maluku ini, Sudah disiapkan oleh Pihak UGB Pesantren Miftahul ulum sejak 3 bulan lalu. Jadi untuk persiapan sudah dibilang cukup siap dan matang. Ust. Abdurrahman S.H selaku Ketua UGB sedikit menambahkan “ Untuk pemberangkatan GB ini, dari bakid jam 11:00 Wis. Menuju Bandara Juanda-Surabaya dan terbang pada jam 09:55 Wib transit di Makassar kemudian  ke Ternate dan mendarat di PP Harisul Khairaat sekitar 04:40 Wit.

            Beliau (Pengasung PP Bakid) sangat antusias dalam menyikapi program tersebut, oleh karena itu beliau meminta guru bantu yang akan diberangkatkan ke Pondok Pesantren Haritul Khairaat Tidore – Maluku Utara ini, untuk  mengambil dari GB angkatan tahun sebelumnya. Sebanyak 8 Guru Bantu awalnya, akan tetapi dari pihak kepengurusan Pondok Pesantren Miftahul Ulum Lumajang meringkas menjadi 6 Guru Bantu yang positif untuk diberangkatkan. Diantaramya adalah, Ust M. Bakiruddin LPBA, Ust.Abdul Qodir D, Ust. Faisol D, Ust. Muhammad Hakiki D, Ust. Lukman hakim G, Ust. Amir Ma’sum E. keenam GB tersebut ditugaskan dalam satu lingkup kelembagaan pondok pesantren yang lebih mengedepankan ulumul qur’annya, oleh sebab itu semua Guru bantu yang akan diberangkatkan tadi merupakan Santri bakid yang kelas ngajinya telah lulus kelas ulya dalam artian sudah menjadi Staf Pengajar di lembaga Pondok Pesantren Al-qur’an Miftahul Ulum ini.        

Tidak hanya dari kepengurusan yang antusias dalam program ini, sebagian asatidz pun ada yang ikut serta dalam menjalankan program ini demi berjalan lancarnya program tersebut, mengingat penugasan Guru Bantu ke Maluku ini merupakan perdana bagi para GB yang ada di pondok Pesantren Miftahul Ulum Bakid ini. 

Selanjutnya, untuk pemberangkatan para Guru Bantu tadi membutuhkan yang namanya kartu EHAC (Electronnic Health Alert  Card) yang masih dalam tahap pembuatan, akan tetapi tidak untuk sebagian astidz yang ikut berpastisipasi. Dan untuk pemulangan segenap Guru Bantu tidak dibatasi oleh pihak atasan dalam artian mengkondisionalkan waktu. “Semoga Semua Guru Bantu dapat mensukseskan program ini, dan agar ada kader-kader selanjutnya” harapan dari Ust. Umar Sa’id, beliau merupakan salah satu asatidz yang ikut serta dalam keprograman Guru Bantu tersebut. (UWQ 14/KAM)

Leave a Reply

Your email address will not be published.