Sabtu (21/05/22) Pondok Pesantren Miftahul Ulum melalui Urusan Guru Bantu (UGB) di bawah naungan Yayasan Miftahul Ulum pada tahun pelajaran 1443 H/2022 M. ini melepas 88 Guru bantu yang tersebar di hampir seluruh nusantara untuk mengemban amanah untuk khidmah lil mujtama’ (pengandian kepada masyarakat) dengan misi pendidikan dan dakwah Islam Ahlus sunnah wal jama’ah.

Tugas ini diberikan kepada santri-santri yang telah dinyatakan lulus dari jenjang pendidikan Madrasah Diniyah Aliyah Miftahul Ulum. Program ini juga merupakan salah satu kewajiban dan prasyarat bagi mereka yang telah dinyatakan lulus secara akademik.

Pelepasan guru bantu yang digelar di aula Pondok Pesantren Miftahul Ulum ini dihadiri oleh ketua Yayasan Miftahul Ulum, Kepala Bidang Dakwah dan beberapa pengurus UGB dan Dai Miftahul Ulum.

Dalam sambutannya, H. Maksum, S.Ag selaku ketua menyampaikan bahwa guru bantu diharapkan akan mampu beradaptasi dan membawa kemajuan dan kemaslahatan bagi tempat pengabdiannya. Pria kelahiran Sampang ini juga mengatakan agar masa tugas dan pengabdian ini juga dijadikan media pembelajaran dan pengalamannya untuk meningkatkan kompetensi diri.

Ke 88 santri tersebut akan melaksanakan tugas dan khidmah ke berbagai wilayah dan pulau di luar Jawa yang meliputi pulau Madura, Kalimantan, Batam dan di hampir seluruh kabupaten yang tersebar di Jawa Timur. Bahkan untuk tahun ini ada 8 orang santri yang akan berangkat ke Pulau Ujung Indonesia Utara yaitu di Pondok Pesantren Harisul Khairaat di Kota Tidore Kepulauan Maluku Utara.

KH. M. Husni Zuhri, selaku Pengasuh sekaligus Pembina Yayasan berpesan kepada semua calon guru bantu untuk terus muhasabah diri, istiqamah serta senantiasa mengutamakan barokah masyayikh dan pesantren. Pesan tersebut disampaikan semalam sebelum pelepasan semua Guru Bantu.

Santri yang menjalankan tugas ini dituntut untuk membawa prinsip-prinsip yang telah diajarkan selama ini di Pesantren. Membawa visi-misi Pondok Pesantren Miftahul Ulum tanpa merubah visi-misi pesantren dan madrasah tempat mereka bertugas nanti.
Di samping itu, guru bangu diharapkan juga agar senantiasa menjaga akhlak, ketelitian dalam mengajar, mengutamakan kasih sayang dan keteladanan kepada para siswa tanpa ada kekerasan fisik maupun herbal.

Abdur Rohman, S.Pd selaku kepala UGB juga berpesan untuk senantiasa menjaga akhlakul karimah, menjaga nama baik pesantren serta menjunjung tinggi nilai-nilai ajaran Ahlusunnah Wal Jama’ah.

Leave a Reply

Your email address will not be published.