Headlines

Pelantikan Kepengurusan Rayon Pagar Nusa PPMU Bakid Oleh Pimpinan Cabang Pagar Nusa Lumajang

mubakid.or.id – Pada hari Senin siang 24 Juni 2024, telah dilaksanakan pelantikan pimpinan rayon Pondok Pesantren Miftahul Ulum Banyuputih Kidul Jatiroto Lumajang yang di selenggarakan di Aula Pesantren Miftahul Ulum. Pelantikan ini disiarkan secara langsung di channel PP MIFTAHUL ULUM BAKID.

Sebanyak 200 santri lebih dari Pondok Pesantren Miftahul Ulum sebagai calon santri baru perguruan Pencak Silat Pagar Nusa, santri tersebut yang terdiri dari siswa Madrasah Aliyah Diniyah, Asatid dan keamanan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut KH. Husni Zuhri selaku Pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Ulum sekaligus Rais A’m Syuriah PCNU Lumajang, Ketua Tahfidziah PCNU Lumajang DR. KH. Mohammad Darwis, M. Pd.I , Ketua Pengurus Pondok Pesantren Miftahul Ulum DR. Zainuddin, M.Pd.I, Korbid I Muhammad Ali Wafa, S.H, Sutrisno selaku perwakilan dari Koramil Kecamatan Jatiroto, Gus Qomaruzzaman selaku Pembina Pimpinan Cabang Pagar Nusa Lumajang (PCPN) Kabupaten Lumajang, Wakil Ketua PCPN I Aleka Abrori Hasan, Wakil Ketua PCPN II Pagar Nusa Imam Taufiq, Sekretaris PCPN Muhammad Lagi dan Pengurus Pimpinan Cabang Pagar Nusa Kabupaten Lumajang lainnya.

Sebelum acara dimulai peserta menyanyikan lagu ya lal wathon dan Indonesia Raya, lalu di lanjutkan pembacaan Surat Keputusan Pimpinan Rayon Pagar Nusa Pondok Pesantren Miftahul Ulum masa khidmah 2024-2026. Pada prosesi pengesahan dan pengukuhan Kepengurusan Rayon Pagar Nusa PPMU BAKID tersebut dibacakan oleh Sekretaris PCNU Muhammad Lagi, dan dilanjut dengan penyerahan bendera Pagar Nusa sebagai tanda penyerahan mandat dan amanah dari Wakil Ketua PCPN I Aleka Abrori Hasan kepada Ahmad Jaelani selaku Wakil Ketua Rayon.

Dalam kesempatan itu, KH. Husni Zuhri selaku Pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Ulum sekaligus Rais A’m Syuriah PCNU Lumajang menyampaikan, bahwa pengadaan seni bela diri di Pesantren telah direncanakan tahun lalu. Hal itu, berawal dari tokoh masyarakat dan Pengurus yang mengusulkan untuk diadakan keterampilan seni bela diri santri, “Saya harapkan kepada seluruh peserta supaya betul-betul mengikuti tahapan demi tahapan sampai tuntas. Kami dari Pesantren, insya allah siap memfasilitasi, baik tempat atau hal-hal yang dibutuhkan.” Jelas KH Husni.

KH. Husni juga mengungkapkan alasan mengapa memilih bergabung dengan Perguruan Pencak Silat Pagar Nusa adalah karena ideologi dan prinsip menganut paham aswaja, kemudian beliau memimpin doa guna kelancaran acara.

Berbagai penampilan seni pencak silat ditampilkan oleh putra-putra Pimpinan Pagar Nusa Lumajang yang diiringi tabuhan musik pencak silat, mulai dari silat tunggal, ganda, seni silat dengan tangan kosong, hingga menggunakan senjata.

Selain itu, kegiatan tersebut juga diisi dengan materi seputar keaswajaan dan NU yang menghadirkan DR. KH. Mohammad Darwis, M. Pd.I Ketua Tahfidziyah PCNU Lumajang. Gus Darwis (Sapaan akrab beliau) mulai menjelaskan definisi etimologi dan terminologi kata “ Ahlus Sunnah Wal Jamaah”, memaparkan sejarah awal mula lahirnya Aswaja, prinsip dan ideologi yang dianut aswaja secara detail. “Aswaja secara bahasa adalah kepanjangan Ahlus Sunnah Wal Jamaah, yaitu orang-orang atau golongan yang mengikuti sunnah Rasulullah dan para sahabat Rasul.” Ujar Gus Darwis.

Sekretaris PCPN Muhammad Lagi selaku MC pada kegiatan tersebut memperkenankan Para peserta untuk ishoma (Istirahat, sholat dan makan) terlebih dahulu sebelum penyampaian materi mengenai kebangsaan dan NKRI oleh anggota Koramil Kecamatan Jatiroto Sutrisno, kemudian penyampaian materi tentang Pagar Nusa oleh Wakil Ketua PCPN I Aleka Abrori Hasan.

Pewarta: Bintang Fathullah

Editor: Reza

Leave a Reply