Siwak merupakan hal yang sangat dianjurkan oleh Nabi, banyak sekali faidah yang bisa kita dapat dari siwak tersebut, seperti yang disabdakan oleh beliau:

لولا أن أشق على أمتي لآمرتهم بالسواك مع كل وضؤ

“Seandainya tidak memberatkan bagi ummatku, pasti aku akan memerintahkan mereka untuk bersiwak beserta wudhu’

Banyak sekali fadhilah yang dapat kita ambil dari bersiwak tersebut.

Berikut cara bersiwak yang benar:

  1. Niat sebelum bersiwak :               نويت الاء ستياك سنة لله تعالى
  2. Bersiwak dengan menggunakan tangan kanan. Caranya dengan posisi jari kelingking berada di ujung kayu siwak , jari telunjuk, jari tengah dan jari manis (tiga jari berada di atas), dan jari jempol berada di posisi atas
  3. menggerakkan kayunya mulai dari arah kanan, terus ke arah bagian atas tenggorokan secara pelan pelan sehingga pada akhirnya sampai ke arah gigi tenggorokan
  4. Berdo’a ketika bersiwak:

اللهم بيض به أسناني وشد به لثاتي وثبت به لهاتي وبارك لي فيه يا أرحم الراحمين                        

Bersiwak sangat di sunnahkan dalam tiga kondisi:

  1. Ketika bau mulut karena lamanya diam dan lain sebagainya
  2. ketika bangun dari tidur atau tersandar dari tidur
  3. Ketika berdiri hendak mengerjakan shalat fardhu atau shalat sunnah

    Berikut fadhilah (keutamaan) bersiwak:

  1. memutihkan gigi
  2. menambah kefasihan ketika membaca Al-Qur’an
  3. menguatkan ingatan
  4. membantu mengingat syahadat ketika sakaratul maut
  5. membersihkan mulut dan menimbulkan keridha’an Allah
  6. menghilangkan Daha’ (Bulgham)
  7. Mensucikan hati
  8. Menajamkan penglihatan
  9. Meluaskan Rizki Dan lain-lain

Itulah tata cara bersiwak dengan benar beserta keutamaan ketika memakainya.

Disadur dalam Kitab Tanwirul Qulub

Penullis: Ahmad Zaini

Editor: Kholili

Leave a Reply

Your email address will not be published.