Oleh : Muhammad Imadur Ifkar *)

PPMU Bakid/ Pondhuk Nyipote adalah sebuah pesantren yang sampai saat ini masih tetap melestarikan adat sesepuhnya. Menilik sedikit ke sejarah PPMU Bakid, pendirinya adalah seorang tokoh berpengaruh dari tanah Madura yaitu KH. SIRAJUDDIN BIN KH NASRUDDIN.

Di antara adat yang saat masih kokoh dan dilestarikan adalah pe-maknaan kitab kuning yang sampai saat ini masih menggunakan bahasa Madura. Maka tak heran bila para alumninya fasih dalam berkomunikasi bahasa madura walaupun di lingkungan rumahnya adalah seorang jawa tulen.

Baca juga :

Silatnas Ke-3 IKSABA : Meneguhkan Islam Aswaja

Bukan hanya pe-maknaan kitab yang menggunakan bahasa madura, cara berkomunikasi antara santri-kiyai/ senior-junior pun tetap menggunakan bahasa madura halus (santun : red) seperti “Ka’dintoh, Pamator, ngireng” dan lain-lain. Walaupun keberadaan pesantren terletak di tanah jawa, jejak sesepuh seperti ini tetap ada dan menjadi kebiasaan.

Kebiasaan seperti ini akan terus melekat kepada para santri dan alumni, tidak jarang terkadang seorang santri walaupun sudah lama berhenti dari pondok, bila bertemu dengan sesama alumni PPMU Bakid atau sowan ke kiyai tetap fasih dalam berkomunikasi memakai bahasa madura halus.

Pada tanggal 21 Januari 2022, IKSABA (Ikatan Alumni Santri PPMU Banyuputih Kidul) akan mengadakan acara Silatnas ke 3, dalam momentum ini semoga para alumni bisa tetap memperkokoh dan menguatkan kembali adat dan kebiasaan seperti waktu ketika mondok dulu, serta bisa saling sapa dengan tetap menggunakan bahasa madura halus.

Cairo, 19 Januari 202

*) Alumni PPMU BAKID yang sedang menempuh Studi di Universitas Al-Azhar Mesir

Leave a Reply

Your email address will not be published.