MU.BAKID.COM- Senin 08 Juli 2022 Poskestren miftahul ulum ( Pos Kesehatan Pesantren) mengadakan kegiatan khitan masal gratis yang bekerja sama dengan Puskesmas Jatiroto, Klinik NU Lumajang dan rumah Khitan Canggih Probolinggo, khitan masal ini untuk masyarakat luas terutama mayarakat sekitar, pesertanya sebanyak 22 dari berbagai daerah namun lebih didominasi oleh masyarakat sekitar.

Dalam sejarah Islam, khitan merupakan syariat yang menjadi tradisi secara turun-temurun sejak nabi Ibrahim AS. Sebagaimana disebutkan di dalam hadits dari Imam Bukhori, Muslim, Baihaqi dan Ahmad bahwa Nabi bersabda: Ibrahim Khalilur Rahman berhitan saat berusia 80 tahun menggunakan kapak.
Syariat (khitan) ini dilkasanakan oleh nabi Ibrahim dikarenakan banyak keturunan nabi Adam yang telah melupakan syariat ini, oleh karena itu nabi Ibrahim diperintahkan oleh Allah SWT. Untuk menghidupkan kembali tradisi yang menjadi fitrah manusia ini. Bangsa Arab jahiliyah; sebelum datangnya agama islam, Juga terbiasa melakukan khitan, hal ini dilakukan karena mengikuti tradisi leluhur mereka yakni nabi Ibrahim.

Pada masa islam, khitan dilakukan oleh Rasulullah kepada kedua cucunya yaitu hasan bin abi thalib dan husain bin abi thalib di saat mereka berusia tujuh tahun. Sementara itu, menurut hadits yang diriwayatkan oleh Anas bin Malik dan Ibnu Abdul Bar, Rasulullah sudah berkhitan dilahirkan.

Proses khitan yang bertempat di Gedung  Transit PP Miftahul ulum ini beragam, ada anak yang santai saja ketika sedang antri namun ketika hendak eksekusi menangis bahkan ada yang lari ketakutan, ada juga yang baru antre langsung menangis histeris melihat anak yang hendak dikhitan berteriak kesakitan, ada orang tua yang membujuk anaknya dengan menuruti keinginan anak  atau membelikannya mainan kesukaannya,  sebelum anak di khitan, sang anak di daftarkan dan di cek suhu badan, tinggi badan dan usia terlebih dahulu di poskestren.

Salah satu orang tua yang mendampingi selama proses khitan

Kegiatan ini dipasrahkan langsung kepada Ust. Aldi Firmansyah selaku ketua POSKESTREN, santri husada dan sebagian orang luar sebagai panitia, yayasan dan pengurus sebagai penanggung jawab, dan anak yang telah selesai di khitan akan diantarkan pulang oleh pihak poskentren dengan mengendarai ambulance.

“Alhamdulillah, senang karena adanya kegiatan khitan masal ini dapat mengkhitan ponakan saya, karena dari sebelumnya di tunda-tunda terus, apalagi kegiatannya pas hari ini 10 Muharram sekaligus ke acara santunan anak yatim.” Ungkap saudara Abdul Halim sebagai salah satu wali peserta khitan masal ini.

Pewarta: Reza Pahlevi

Editor: M Kholili

Leave a Reply

Your email address will not be published.