Oleh :Mutawakkil Khudori *)
Tak bisa dipungkiri zaman semakin berkembang pesat baik dari bidang teknologi informasi dan komunikasi.Teknologi hadir dan menjadi bagian hidup manusia dewasa ini. Manusia seolah tak bisa berfungsi tanpa ponsel cerdas, tablet, dan komputer yang merupakan alat-alat produk teknologi modern. Berbagai aspek keseharian mulai dari bekerja, belanja, belajar, hingga mencari informasi semuanya dilakukan dengan bantuan teknologi. Tak perlu heran ini merupakan sunnatullah yang telah nabi Muhammad SAW. dawuhkan bahwa kelak zaman akan mengalami kemajuan dan tak dapat di pungkiri akan kembali seperti semula.

Namun alangkah sayangnya kemajuan teknologi yang tak terbendung, malah tidak di manfaatkan dengan semestinya. Jika kita flashback bagaimana seorang imam Malik yang rela rihlah dari negara asalnya demi mencari sanad sebuah hadist. Atau kegigihan imam Syafi’i dalam mencari ilmu, beliau menulis ilmu yang beliau dengar di jubah putihnya kemudian menghafal nya sebelum mencucinya, bahkan ulama’-ulama’ terdahulu yang rela mengorbankan waktu mereka demi menulis kitab pun dengan mediasi seadanya. Beliau rela meluangkan waktu, meninggalkan keluarga, dan menghabiskan biaya demi generasi penerus nya. Alhasil dari perjuangan mereka lah kita dapat mengambil ilmu dengan tanpa susah payah mendapatkan nya. Tak ayal jika beliau meskipun sudah tiada namun jasa-jasa nya masih terkenang sampai sekarang.

Sehingga zaman bukan menjadi penyebab keberhasilan suatu tujuan. Bukan dengan hidup di zaman nabi Muhammad SAW. dipastikan akan mendapatkan hidayah, na’uzubillah jika malah menjadi pengikut abu jahal dan mati dalam kafir. Atau hidup di zaman imam Ghazali serta di pastikan akan menjadi pengikut beliau dan berpaling dari para filsuf dan pemikir liberalis. Krusialnya, zaman apapun kita hidup jika tidak mau memanfaatkan kemajuan zaman dengan semestinya maka hanya tinggallah kenangannya.

Penggiringan opini dan mindset dengan menyalahkan zaman merupakan kesalahan yang sangat fatal. Karena kita tahu ke-faqihan imam Hanafi, ke-waraan imam Malik, ke-aliman imam Syafii, serta ke-‘abidan imam Hambali bukan semata-mata bertebarannya ilmu pada zaman mereka. Namun, kegigihan dan mujahadah yang mengantarkan mereka pada derajat di sisi Allah SWT. Karena jika dibandingkan bukankah ilmu pada zaman ini bertebaran dibandingkan pada zaman para muallif kitab dahulu? Tentu jawaban ini bisa kita rasakan dengan banyaknya kitab-kitab, madrasah, pesantren, pengajar yang kredible di bidanganya dan pengajian online yang dapat kita lihat dari media sosial cukup sebagai mediasi untuk menjadi sekelas imam Syafi’i pada zaman ini atau bahkan lebih.

Dari coretan diatas dapat disimpulkan bahwa zaman bisa menjadi pelantara kesuksesan, dengan memanfaatkan kesempatan dengan sebaik-baiknya. Namun tidak ditentukan dengan berubahnya zaman. sesuai qoidah fiqh:
لا ينكر تغير الأحكام بتغير الأزمان والمكان
Wallahu a’lam

Cairo, 26 September 2022

*) Santri PPMU BAKID, sedang menempuh studi di Mesir

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *