Perayaan kelahiran Nabi Muhammad SAW. adalah sebuah momentum penting yang sudah mendarah daging bagi seluruh umat islam di dunia, terlebih bagi kaum muslimin muslimah Indonesia yang telah terbukti akan predikat Muslim terbesar di dunia. Dalam hal ini, tak jarang jika beberapa umat Islam merayakan kelahiran nabi dengan segala cara dan kegiatan yang telah terlaksana. Mulai di bidang keagamaan, kebudayaan bahkan peringatan model modern seperti perayaan yang digelar di gedung olahraga Jerman oleh Suporter Timnas Jerman dengan mengcolab barisan yang bertuliskan Sayyidina Rasulullah dengan irama sholawat Nabi. Dan juga beberapa kegiatan lain yang sudah banyak digelar oleh beberapa muslim minoritas di berbagai bagian Eropa.

Transisi waktu yang bertempat pada hari kalahiran Nabi, yaitu 12 Rabiul Awwal, pastinya telah mengundang berbagai perubahan keadaan bumi yang dapat dinilai lebih kepada hal yang menguntungkan. Contoh kecil seperti ; setiap 12 Rabiul Awwal yang tepat pada kelahiran Nabi, semua tumbuhan dan pohon-pohon berbuah, berbunga dan berlomba-lomba dalam  melahirkan buah yang baik dan berkualitas, seakan mereka juga ikut andil dalam perayaan kelahiran Nabi Muhammad SAW. Hal seperti ini bukanlah hal yang tidak masuk akal. Karena selain sudah realita, juga merupakan fakta yang bisa kita tela’ah kembali dalam sejarah Islam. Dimana tepat Ketika Nabi Muhammad SAW lahir, ada sejumlah peristiwa yang ajaib. Yang terjadi di kota Makkah, kota yang aman dan dikenal dengan tahun gajah.

Profesor sejarah Islam dari Universitas Kairo, Mesir, Syeh Muhammad el-Khidhri Buck mengatakan dalam bukunya, Noor-ul Yaqeen fi Seeret Sayyed al-Mursaleen (1953), dalam bukunya menceritakan banyak fenomena besar yang terlahir ketika lahirnya Baginda Nabi Muhammad SAW. Diantaranya pada saat Rasulullah lahir, Rasulullah tidak sama seperti bayi yang lahir pada umumnya,  jika pada umumnya bayi lahir dengan kepala  kebawah dengan menangis tersedu, tidak dengan Nabi, beliau lahir dalam keadaan kepalanya mendongak ke atas dan pandangan matanya ke langit. Yang mengisyaratkan beliau sedang berdo’a dan senang serta menyapa seluruh makhluk alam semesta. Selain itu, Rasulullah terlahir dalam keadaan sudah bisa melihat langsung. Karena kebiasaan bayu yang baru lahirmatanya dalam keadaan tertutup. Karena dia akan menjadi rasul, Allah memberikan sejumlah keistimewaan. Dia lahir dalam keadaan sudah terkhitan, bersih, dan pusar sudah terpotong.

Selain itu, tepat pada kelahiran Nabi,  Istana Kisra dari Raja Persia tergoncang saat itu, sampai 14 balkon istananya berguguran. Tidak hanya itu, di tempat lain, terjadi peristiwa ajaib, yaitu api yang disembah orang Majusi yang tidak pernah padam selama seribu tahun padam seketika itu juga. Kala itu, semua orang bersatu baik yang lemah maupun kuat berupaya untuk menghidupkan kembali api tersebut. Namun, usaha mereka gagal dan api tidak kembali hidup.

Tak hanya api orang Majusi, Danau Sawa di Irak juga menjadi kering ketika Rasulullah lahir. Tadinya, danau tersebut menjadi tempat persembahan dewa. Dan masih banyak fenomena-fenomena aneh yang terjadi ketika menjelang hari kelahiran Nabi Muhammad SAW.

Dari beberapa peristiwa diatas penulis sedikit memberikan muhasabah diri yang memang seharusnya dilakukan bagi setiap insan. Terlebih pada malam perayaan kelahiran Baginda kita, Nabi besar Muhammad SAW. Yaitu Nabi kita, Nabi besar Muhammad SAW. Adalah satu-satunya hamba Allah yang paling sempurna, satu-satunya hamba Allah paling mulia. Dimana hal ini bisa kita lihat pada saat kelahirannya; seluruh alam semesta merayakan dengan caranya masing-masing, melahirkan yang ma’ruf dan memberantas yang mungkar.

Selain keistimewaan keelahiran beliau. Rasa cinta Beliau kepada umatnya begitu besar. Sudah masyhur akan sangat cintanya Nabi kepada seluruh Umatnya, namun untuk kita sendiri, apakah kita sudah benar-benar mencintai Nabi? Apakah kita sudah menghidupkan sunnah-sunnahnya? Atau bahkan, apakah kita bisa dikatakan layak sebagai umatnya?

Untuk itu kita sebagai umat beliau marilah dan tetaplah Melanjutkan perjuangan Rasulullah SAW dengan selalu berbuat baik dan menjauhi perkara yang tidak baik.

Semoga kita semua bisa diakui sebagaai umatnya kelak, dan juga bisa memperoleh Syafa’at beliau di akhirat kelak. Amin Ya Rabbal A’lamin

Oleh; Uwasy Al Qorny

Editor: Muhammad

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *