Jatuhnya jepang yang ditandai oleh luluh lantaknya kota Hiroshima dan Nagasaki akibat bom atom, membuat jepang mengibarkan bendera putih sebagai tanda kekalahan terhadap Amerika Serikat. Mengetahui hal tersebut, mendorong golongan muda untuk mendeklarasikan kemerdekaan bangsa Indonesia. Namun desakan golongan muda menimbulkan perbedaan pendapat terhadap golongan tua. Soekarno dan Hatta menolak  permintaan deklarasi kemerdekaan karena Jepang telah berjanji memberikan kemerdekaan pada 24 agustus 1945.

Perbedaan pendapat tersebut akhirnya memaksa golongan muda untuk mengamankan Soekarno dan Hatta ke Rengasdengklok pada 16 Agustus agar tidak terpengaruh oleh jepang. Hingga kemudian golongan muda dan golongan tua yang diwakili oleh Achmad Soebardjo melakukan perundingan dan kesepakatan bahwa deklarasi akan di umumkan keesokan harinya 17 agustus 1945. Dengan perjanjian itu akhirnya Soekarno dan Hatta dibawa kembali ke Jakarta.

Itulah detik detik hari kemerdekaan bangsa Indonesia, yang sampai hari ini masih kita rayakan untuk yang ke 77 tahun. Namun dibalik itu ada fakta fakta menarik yang mengiringi hari kemerdekaan 17 Agustus 1945. Fakta fakta itu ialah:

  • Hari yang istimewa.

Dikutip dari Merdeka.com, hari kemerdekaan Republik Indonesia tepat jatuh pada hari Jum’at 17 Agustus 1945 M atau 13 Ramadhan 1364 H. Pemilihan hari dan tanggal ini dinilai waktu yang tepat oleh kalangan Islam. Sebagaimana kita ketahui bersama, bahwa keistimewaan hari Jumat dan bulan Ramadhan telah diterangkan oleh Nabi Muhammad SAW dan Allah SWT dalam Al Qur’an.

  • Foto proklamasi di tangan Mendur bersaudara.

Indonesia yang masih berada di bawah bayang bayang Negara Jepang, memproklamirkan kemerdekaannya secara sembunyi sembunyi. Menurut news.detik.com, dalam usaha mengabadikan momen penting tersebut, Alex Impurung Mendur dan Frans Soemarto Mendur sebagai fotografer, hamper dirampas oleh pihak Jepang. Namun Frans Soemarto Mendur mengatakan bahwa negatif film foto sudah diberikan kepada barisan pelopor. Sebenarnya negatif film foto tersebut disembunyikan di bawah pohon halaman kantor Asia Raja.

  • Palestina mengakui kemerdekaan Indonesia.

Pada 6 September 1944 Palestina secara de facto mengakui Indonesia sebagai negara merdeka. Dukungan Palestina terhadap kedaulatan Republik Indonesia disampaikan langsung oleh mufti besar Palestina, Syekh Muhammad Amin Al Husaini. Ucapan selamat tersebut disebar luaskan langsung melalui radio berbahasa Arab di Berlin, Jerman.

  • Tiang bendera dari tiang jemuran.

Dilansir dari Kompas.com persiapan proklamasi yang dilaksanakan secara mendadak, hingga persiapan tiang benderapun dilakukan secara mendadak. Tiang bendera yang digunakan kala itu adalah bambu untuk jemuran. Sebenarnya ada tiang bendera di depan rumah, tapi para pemuda kala itu tidak mau menggunakan tiang bendera  bekas Jepang.

  • Soekarno sakit.

Dua jam sebelum pengumuman proklamasi Ir. Soekarno sedang tertidur pulas, itu dikarenakan beliau sedang terkena gejala Malaria Tertiana yang mengakibatkan suhu badannya tinggi. Tapi setelah mendapatkan sedikit perawatan beliau bangun pada pukul 09.00 dan membaca teks proklamasi pada pukul 10.00 bersama Moch. Hatta.

  • Upacara sederhana.

Proklamasi kemerdekaan dilaksanakan secara sederhana tanpa adanya protocol, bahkan tiang bendera yang digunakan ketika itu hanya ditancapkan ke tanah.

  • Bukan suara asli dan disebarkan secara sembunyi sembunyi.

Rekaman teks proklamasi yang dibacakan oleh Soekarno di jalan pengangsaan timur nomor 56 jakarta pada 17 Agustus 1945, merupakan rekaman suara ulang melalui Radio Republik Indonesia(RRI). Karena proklamasi kemerdekaan ketika itu dilakukan secara sembunyi sembunyi, momen itu hanya diabadikan melalui foto, sehingga tidak ada alat canggih untuk merekam kejadian tersebut.

  • Naskah asli sempat dibuang ke tong sampah.

Naskah asli yang ditulis oleng Ir. Soekarno sempat dibuang ke tong sampah. Dikutip dari berbagai sumber, setelah naskah ditulis tangan selanjutnya diserahkan kepada Sayuti Melik untuk diketik, usai mengetik Melik membuangnya ke tong sampah. Dia berpikir tidak akan digunakan lagi. Namun surat tersebut diselamatkan oleh BM Diah, dan ia simpan selama 47 tahun sebelum diserahkan ke Museum Arsip Nasional tahun 1992.

Penulis: Kholili

Leave a Reply

Your email address will not be published.