Arti besar dan kecil adalah ukuran yg relatif. Di dunia ini ukuran besar dan kecil hanya diukur dari sudut orang orang yang melihatnya. Bagi anak kecil, ember berisi air 60 liter adalah ukuran yang besar, mereka tidak kuat untuk mengangkat apalagi membawanya. Namun bagi orang dewasa, ember berisi air 60 liter hanyalah ukuran kecil. Sedangkan 10 galon air bagi orang dewasa merupakan ukuran yang besar, namun bagi truk pengangkut itu hanya ukuran kecil.

Dalam hidup ukuran besar dan kecil bukan hal yang mutlak keberadaannya, keduanya masih harus disesuaikan dengan situasi dan kondisi. Suatu masalah bisa menjadi besar jika situasinya tidak sesuai, dan justru menjadi kecil ketika momentumnya sesuai dengan yang kita inginkan. Gulungan ombak di laut mampu menjadi masalah besar bagi mereka yang phobia lautan lepas, namun bagi peselancar, mereka akan menari nari indah di tengah besarnya gulungan ombak.

Perbedaanya hanya dari cara mereka menanggapinya. Namun bukan berarti harus meremehkan dan menganggap kecil setiap masalah, sehingga abai acuh tak acuh. Hal hal kecil justru menjadi penentu pada hasil di akhir cerita. Ketika berjalan sudah berapa kali kita bertemu sesuatu di tengah jalan, batu, kerikil, kayu atau sampah. Dan berapa kali pula kita mengabaikannya?

Kadang kita berpikir, bahwa itu adalah sesuatu yang remeh. Tanpa dipindah pun orang orang pasti bisa melihatnya. Akan tetapi, dalam pepatah lama menyebut sebaliknya: “Kurangnya paku pada pelana kuda membuat kuda itu tak bisa ditunggangi, kuda yang tidak bisa ditunggangi akan mengurangi jumlah pasukan, kurang nya jumlah pasukan membuatnya kalah dalam peperangan.”

Di new york, pada perempatan jalan, sebuah kecelakaan terjadi karena korsleting pada rambu rambu lalu lintas. Hal itu mengakibatkan dua mobil dari arah berbeda bertabrakan, dan nyawa seorang gadis melayang. Kalian tahu apa yg mengakibatkan hal itu terjadi? Ternyata korsleting pada rambu lalu lintas diakibatkan oleh seekor bekicot yang menghambat arus listrik, sehingga lampu merah, kuning dan hijau menjadi tidak stabil.

Ada sebuah istilah bernama Butterfly Effect (efek Kupu-Kupu), yang dicetuskan oleh Edward Norton Lorenz. Istilah Butterfly Effect merujuk pada sebuah pemikiran, bahwa kepakan sayap Kupu Kupu di Brazil secara teori dapat menghasilkan angin tornado di Texas beberapa bulan kemudian. Fenomena ini juga dikenal sebagai ketergantungan pada posisi awal yang mengakibatkan perubahan besar pada jangka panjang. Jika kita lihat dari sisi lain, istilah ini memiliki arti dalam kehidupan, bahwa hal hal kecil yang terjadi mampu mengubah sejarah dunia, walaupun itu adalah hal yang kita anggap remeh. Seperti menyingkirkan batu di tengah jalan, atau sekedar sapaan ketika kita berpapasan dengan seseorang.

Bahkan kita sendiri tidak tahu mengapa kita berada pada kondisi seperti sekarang. Bisa saja kita mati karena kecelakaan atau bisa saja kita seharusnya menjadi orang terkenal dengan banyak penggemar. Tentu saja semua itu disebabkan oleh peristiwa peristiwa kecil yang mengawali seluruh alur cerita yang kita alami.

Seluruh kejadian yang terjadi di dunia ini tak ubahnya seperti milyaran benang yang saling terhubung, sebuah peristiwa kecil maupun besar saling berkaitan dan terus terhubung antara satu dan yang lainnya. Ketika ada satu benang cerita yang berubah maka akan timbul ribuan kemungkinan yang akan terjadi. Jadi sebenarnya kita hidup dalam dunia yang penuh dengan kemungkinan, peristiwa sekecil apapun akan mengubah seluruh benang cerita dan memutus benang lainnya. Hal hal besar yg terjadi di dunia ini berawal dari hal kecil yang kita remehkan.

Namun kita tidak begitu memperdulikan bahwa hal kecil itulah yg yg mempunyai power pada peristiwa besar. Kota Nagasaki menjadi target bom nuklir, karena ada kendala cuaca buruk yang pada awalnya akan dijatuhkan di kota kuroko. Perang Dunia I berlangsung selama 4 tahun dan mengakibatkan 20 juta nyawa melayang, berawal dari terbunuhnya pangeran Franz Ferdinand sebagai pewaris kekaisaran Austria-Hongaria.

Pada suatu waktu ketika kalian menemukan batu di persimpangan jalan, jangan abaikan begitu saja. Bisa jadi setelah anda melintas, ada orang lain berkendara motor yang tidak sengaja terpeleset hingga terjadi kecelakaan, dan mengakibatkan nyawanya melayang. Sekali lagi, bukankah kita tidak tahu atas segala kemungkinan yang terjadi. Namun ketika kalian mau meluangkan waktu untuk memindahkan batu tersebut, secara tidak langsung satu nyawa manusia telah terselamatkan. Atau bisa saja ada anak kecil iseng, melemparkannya lalu mengenai kepala kita sendiri, bukankah secara tidak langsung kita yang membuatnya demikian?

Penulis: Kholili

Leave a Reply

Your email address will not be published.