AURAT PRIA

Aurat laki-laki ketika shalat, bersama pria lain dan mahram yakni antara pusar dan lutut, namun saat ia bersama wanita lain diwajibkan baginya juga menutupi seluruh tubuhnya (pendapat lain mengatakan wajah pria bukanlah aurat saat bersama wanita lain kecuali bila dikhawatirkan menimbulkan fitnah).

Memang ada khilafiyah antara Imam Nawawi yang mengatakan semua badan, dan Imam Rofi’i yang mengatakan hanya antara pusar dan lutut. Dan yang mu’tamad pendapat Imam Nawawi.

Meski menurut Imam Nawawi seluruh badan, tapi yang wajib ditutupi setiap waktu hanya antara pusar dan lutut. Untuk yang lain wajib ditutupi hanya ketika diyakini ada wanita ajnabiyah yang melihatnya dengan syahwat.

ولسنا نقول إن وجه الرجل في حقها عورة كوجه المرأة في حقه بل هو كوجه الصبي الأمرد في حق الرجل فيحرم النظر عند خوف الفتنة فقط فإن لم تكن فتنة فلا إذ لم يزل الرجال على ممر الزمان مكشوفي الوجوه والنساء يخرجن متنقبات ولو كان وجوه الرجال عورة في حق النساء لأمروا بالتنقيب أو منعوا من الخروج إلا لضرورة.

[نووي الجاوي ,نهاية الزين ,page 47]

Dalam urusan praktek, kedua pendapat itu sebenarnya sama, selama tidak ada fitnah (syahwat), maka tidak wajib ditutupi selain antara pusar dan lutut. Dan ketika ada fitnah, kedua pendapat juga sepakat wajib ditutupi.

Khilafiyahnya hanya dalam masalah penamaan, Imam Nawawi menyebut aurat, wajib ditutupi ketika ada fitnah. Imam Rofi’i menyebut bukan aurat, karena tidak wajib ditutupi kecuali ada fitnah.

AURAT WANITA

Beberapa pendapat terkait aurat wanita, ada yang berpendapat ketika sholat, bersama wanita lain dan mahram adalah seluruh badan kecuali muka dan telapak tangan.

Adapun diluar sholat maka ada beberapa pendapat diantaranya dengan memakai niqab (cadar), ada juga burqa (cadar serta tambahan penutup mata), ada juga cukup kerudung saja yakni pendapat Qil di al-Baijuri, dan itu yang diikuti oleh mayoritas wanita indonesia.

Adapun terkait rambut dalam madzhab hanafi, rambut tetap aurat, yang khilaf hanya rambut yang mustarsil atau yang turun ke bawah kepala. Leher, telinga dan dada harus tetap tertutup.

Pendapat qil dalam baijuri mengatakan boleh berpakaian kerja, pakaian wanita jaman arab dulu seperti wanita turki.

Note :

Menutup seluruh aurat saja tidak cukup bila lekuk dan bodinya masih terlihat mempesona seperti dada atau pantatnya karena akan menimbulkan fitnah/ mailun-nafsi (kecondongan hawa nafsu).

_____

Rangkuman tulisan ini hasil diskusi dengan guru kami Ustadz Mukhtar Syafa’at (GT Sidogiri tahun 2008/2009) dan rekan-rekan alumni LMD (Lajnah Murajaah Diniyyah) PP Miftahul Ulum Banyuputih Kidul Kab. Lumajang.

Dirangkum oleh: Sufyan Huda, M.H

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *