Belum genap sebulan mengemban amanah menjadi kepala Kemenag Lumajang, Dr. Muhammad Muslim, M.Sy, melakukan kunjungan silaturrahim kepada Pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Ulum Banyuputih Kidul Jatiroto Lumajang, Kamis (12/08/21).

Kedatangan orang nomor satu di lingkungan Kementerian Agama Kabupaten Lumajang tersebut disambut langsung oleh Pengasuh KH. M. Husni Zuhri didampingi oleh ketua Yayasan Miftahul Ulum Bakid, H. Maksum, S.Ag dan Ketua STISMU Lumajang, Sarkowi, S.Pd.I., M.A di ruang tamu khusus depan dalem pengasuh.

Dalam kunjungan tersebut, Kepala Kemenag mohon bimbingan dan masukan serta doa kepada pengasuh dalam melaksanakan tugas memimpin Kemenag selama di Lumajang.

Kemenag Lumajang juga menyampaikan progran kerja moderasi beragama dan pentingnya mengarusutamakan moderasi beragama dalam berbangsa dan bernegara di kabupaten Lumajang. Menurutnya “Moderasi Agama yang dimaksud adalah beragama yang moderat yang mengedepankan toleransi, saling menghargai, saling menghormati, cinta Tanah Air, menghargai budaya dan tradisi, menghindari kekerasan serta narasi kebencian sehingga terbagun kesadaran bersama untuk membangun kualitas kehidupan beragama di Lumajang.

Kepala Kemenag Bersama KH. M. Husni Zuhri (Pengasuh PPMU BAKID)

Baca juga : Live Streaming Istighatsah Dan Doa Bersama HUT RI Ke-76

Menanggapi hal tersebut pengasuh PPMU BAKID yang juga Rais Syuriah PCNU Kabupaten Lumajang tersebut merespon positif program-program kerja Kemenag yang baru. Apalagi kepala kemenag yang baru tersebut merupakan seorang santri yang memiliki banyak banyak pengalaman dan menorehkan kesuksesan kemashlahatan umat dalam perjalanan hidupnya

Terkait pembangunan masyarakat
Lumajang dalam aspek keagamaan perlu adanya sinergi antara pemerintah, Kemenag dan ormas Islam, di tengah banyaknya paham yang menyimpang dan pengaruh globalisasi dan teknologi informasi yang berpotensi mendisrupsi atau berpotensi mengganggu dinamika sosial keagamaan. 

Dalam hal ini, Pengasuh dan Rais Syuriah Empat Periode ini siap mendukung,. NU. pun melalukan itu misalnya adanya program Meng-NU-kan orang NU, agar umat memiliki paham sosial dan kegamaan yang benar melalui guru dan sumber yang benar, karena
umat sudah banyak salah paham akibat berguru dan berpedoman pada google, medsos dan sms”.

Pengasuh juga berharap agar Kemenag memperhatikan dan memperjuangkan kualitas pendidikan pesantren dan madrasah dan juga sarana prasarananya.

Leave a Reply