Lumajang, suasana awal desember ini di rasakan begitu mencekam bagi warga desa Oro-Oro Ombo, kecamatan Pronojiwo. Tanggal 2 Desember kemarin  gunung semeru meletus beberapa kali sekitar pukul 02.00 WIB dini hari, guguran lava dan material panas pun meluncur hingga belasan kilometer. Gunung tertinggi di pulau jawa tersebut memuntahkan awan panas hingga ribuan meter dari mulut kawah Jonggring Saloko.Beberapa saat kemudian turun hujan di sertai petir. Akibatnya, debu vulkanik sangat terlihat menyelimuti setiap rumah warga terdekat. Luncuran awan panas yang terjun berbeda dengan sebelumnya. Kali ini lebih besar dan luncuran nya sampai menutupi badan gunung semeru. Arah luncuran langsung menuju kaki gunung terutama kearah rumah penduduk desa oro –oro ombo ,kecamatan Pronojiwo.

Pantauan BPBD (Badan penanggulangan bencana) daerah Lumajang yang langsung berada di lokasi menyatakan bahwa terdengarnya gemuruh aktivitas abu vulkanik bersamaan dengan suara petir. Perbedaan suara keduanya begitu jelas terdengar, butuh waktu sekitar 10 menit dari pengamatan kemudian disusul dengan luncuran guguran lava menuju ke arah kaki gunung Semeru.

Baca juga :

HUT RI Ke-76, 1000 Santri PPMU BAKID Ikuti Vaksinasi Massal

Warga yang bermukim di bawah lereng gunung ,yakni dusun Kamar Atas desa Oro-oro Ombo lansung melakukan evakuasi bersama. Beberapa warga ada yang sempat mendengar dentuman keras yang berasal dari gunung Semeru. Woro-woro pun segera diumumkan melalui pelantang suara masjid. Sehingga warga berkumpul di satu titik yakni di masjid tesebut.

Pada saat itu suasana serba menghawatirkan,karena semua penduduk terbangun di waktu dini hari. Terlihat warga yang lanjut usia di evakuasi terlebih dahulu. Setelah itu anak anak dan perempuan. Kabid persiapsiagaan, kedaruratan, dan logistic BPBD Lumajang Wawan Hadi Siswo menyatakan bahwa tercatat guguran lava tidak seperti biasanya. Pada pukul 02.00 WIB,guguran lava meluncur dari mulut kawah Jonggring Saloko awalnya sepanjang 3,5 kilometer. “Belum bisa di pastikan itu letusan, namun guguran lava di sertai hujan menuju kea rah Curah kobokan.” pungkasnya.

Banjir susulan lahar panas

Oro-oro ombo, kewaspadaan bahaya dari erupsi gunung Semeru harus lebih diperhatikan. Guguran matererial vulkanik terus bertambah, bahkan dalam sehari banjir lahar panas menerjang Curah Kobokan sampai 2 kali. Banjir lahar panas yang menerjang tidak begitu besar. Namun,hal tersebut pertanda tingkat bahaya dan kewaspadaan di sekitar gunung harus lebih di tingkatkan.

Tercatat,aliran lahar memiliki panjang lebih dari 11 kilometer. Akibat dari aktivitas gunung Semeru ,warga pada 6 desa di 2 kecamatan sedang dalam evakuasi. Enam desa itu ada di kecamatan Pronojiwo dan Candipuro. Sedangkan desanya adalah desa Supiturang, Oro-oro Ombo, Kejar kuning, Sumber urip, Sumber wuluh, dan Sumber mujur. Dalam perkiraannya, jumlah warga yang sedang proses evakuasi lebih dari 500 orang.

Rozi/eL-Hijrah

Leave a Reply