Poskestren (Pos Kesehatan Pesantren) Miftahul Ulum layaknya tim medis bagi nusantara dalam memerangi covid-19. Pasalnya, merekalah yang tiap hari berjuang untuk pesantren dalam mencegah penyebaran virus corona. Berbagai penyuluhan pun diberikan kepada semua santri akan pentingnya mematuhi protokol kesehatan, karena masa yang sedang kita jalani tidak sama dengan tahun-tahun sebelumnya, dimana kita saat itu kita bisa tenang dalam belajar dan kegiatan pulangan berjalan dengan lancar. Namun, sejak hadirnya covid ke bumi pertiwi ini keadaan berubah 180⁰.

Terdapat perubahan dalam sistem kesehatan di pesantren kita yang tentunya agak berbeda dengan tahun sebelumnya, diantara lain :

Pertama. Sistem pelayanan yang di lakukan di poskestren pada saat ini adalah protocol kesehatan tentang masalah Covid 19 yang kami terapkan pada semua santri.

Kedua. Cara pelayanan yang kami berikan kepada semua santri. Tentu sangat memadai akan protocol kesehatan, jika santri pulang dan ingin kembali ke pondok. Poskestren udah meneyediakan ruang STERILISASI agar santri masuk ke pondok aman aman saja, tidak begitu khawatir terpapar virus.

Ketiga. Meningkatkan kewaspadaan dan ke hati hatian dengan cara poskestren menyemprotkan DIS INFEKTAN  ke semua Daerah mulai dari daerah A sampai daerah G dan juga termasuk LPBA. Agar santri terhindar dari virus corona yang menyangkit di gedung gedung asrama .

Selanjutnya pihak poskestren melakukan langkah langkah untuk menanggulangi penyebaran COVID 19, tentu santri harus dengan mengikuti protokol kesehatan yang telah di anjurkan oleh pemerintah dan poskestren tentang masalah virus corona yaitu dengan cara ;

  • membatasi kunjungan wali santri agar dapat Menstelirkan keadaan, dan menjaga santri agar tidak selalu keluar pondok tanpa ada keperluan yang penting supaya tidak gampang terjangkit virus dari luar.
  • Santri harus memakai masker kemanapun santri ingin pergi untuk menghindari penyebaran melalui pernafasan, walau kadang ada santri yang mengeluh tentang memakai masker.
  • Selalu jaga jarak aman (SOCIAL DISTANCING) Untuk menghindari kerumunan. Agar penyakitnya tidak gampang menular, walau di pesantren sangat sulit untuk di lakukan, namun sekiranya hal itu bisa di lakukan di pesantren, untuk menunjang kewaspadaan dalam Bentuk ikhtiar para santri.

            Disamping itu Poskestren juga membuat agenda senam pagi yang dilakukan satu kali dalam seminggu yaitu pada hari Jum’at, untuk menjaga kebugaran jasamani bagi para santri dan tentunya agar memiliki kekebalan tubuh sehingga tahan akan virus yang masuk ke dalam tubuh. Jika nantinya ada santri yang terinfeksi, maka pihak poskestren telah menyediakan tempat khusus untuk santri yang terinfeksi agar tidak menular pada santri lain. Oleh karenya,  sebelum hal itu terjadi dan jangan sampai terjadi baik kiranya bagi SANTRI HUSADA untuk terus mengajak, membudidayakan, memotivasi, mengajak santri agar selalu jaga kesehatan dan menjaga pola hidup sehat, rajin olahraga agar tubuh sehat penyakit tidak gampang masuk. 

Poskestren kini telah bekerja dengan sebaik baik mungkin untuk mencegah agar santri sakit. Sejatinya eksistensi Poskestren itu sendiri adalah seperti apa yang didawuhkan beliau guru kita Kh. Muhammad Husni Zuhri yaitu “adanya poskestren bukan untuk mengobati santri sakit, melainkan untuk mencegah agar santri tidak sakit’’.

Maka dari hal itu kepala poskestren UST FIRMAN  berpesan untuk selalu jaga kebersihan dan kesehatan untuk mencegah dari penyakit, karena mencegah lebih baik dari pada mengobati. Disamping itu, supaya kegiatan belajar santri bisa berjalan dengan tenang dan lancar tanpa kendala apapun. Intinya kita harus pahami dan ikuti apapun aturan aturan pemerintah mengenai protokol kesehatan demi keselamatan kita bersama. Mudah mudahan semua penyakit ini di angkat oleh Allah SWT untuk kita semua, Amiin.

Nasrul&Iqfani/eL-Hijrah

Leave a Reply