إِذَا أَرَدْتَ أَنْ تَذْكُرَ عُيُوْبَ غَيْرِكَ فَاذْكُرْ عُيُوبَ نَفْسِكَ

Artinya: “ketika kamu hendak menyebutkan (membicarakan) aib-aib orang lain, maka ingatlah aib-aibmu”

Hadist yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas dan dikeluarkan Imam Rofi’I, Imam al-Baihaqi  serta Imam Al-Bukhari  ini  mengajarkan kita, agar tidak selalu menilai kejelekan atau aib orang lain. Mengingat, setan dan  kawan-kawannya  tidak  akan tinggal diam Selama manusia yang ia goda tidak terjerumus kedalam jeruji kesesatannya.  Oleh karena itu ketika terbesit dalam hati ingin menyebutkan kejelekan atau aib orang  tersebut maka segeralah hadirkan didalam hati  ay renungkanlah, ingatlah  aib-aib dan kejelekan-kejelekan yang  juga pernah kita lakukan,  sehingga ini bisa meredam itikad jelek  kita untuk menyebutkan aib orang tersebut.  Karena dengan menyebutkannya   secara tidak langsung kita  telah  mencela pemilik aib,   meskipun hal itu memang benar adanya.  Hal ini juga disinyalir oleh  seorang  ulama yang berjuluk Dzunnun,  beliau menyebutkan bahwa  barang siapa  yang memperhatikan  aib-aib orang lain maka ia akan buta akan aibnya sendiri . 

Makna tersirat yang juga terkandung didalamnya ialah “ketika ada teman kita  yang  berperilaku tidak wajar  kepada kita, maka janganlah bertanya ada apa dengan dia? (kok berperilaku demikian kepada saya), tapi rubahlah pertanyaan itu menjadi, ada apa dengan saya?. 

Wallahu A’lam……. 

(Sumber: at-Taysir bisyarhi al-Jami’i as-Shaghir dan Faidhu al-Qadir).

 Imam Rofi’i/el_Ihsan 

Leave a Reply