Nabi Muhammad SAW pernah bersabdah didalam hadistnya yang cukup masyhur dikalangan  Muhaddistin   فطيمة بضعة مني, فمن غضبها يغضبني “Fatimah  adalah bagian dari darah dagingku, jadi siapapun yang membuatnya marah maka dia juga telah membuatku marah”.  Oleh  karena itu, sebab pelantara Sayyidah Fatimah  yang merupakan  bagian dari darah daging Rosulullah SAW. Maka  anak cucunya  yang memiliki titisan darah beliau, juga termasuk bagian dari darah daging Rasulullah SAW. Demikianlah tanggapan Syehk As-samhudi terkait hadist tersebut.   

Juga bermuara dari hadist yang sama, Imam al-Hafidh Ibnu Hajar al -‘Atsqalani menyampaikan bahwa siapapun yang telah  melakukan hal-hal yang menyebabkan putri kesayangan  Baginda Nabi merasakan  sakit,  maka  Baginda  Nabi  juga akan merasa tersakiti. Dan hal terparah yang bisa menyakiti Sayyidah Fatimah ialah ketika keturunannya  disakti.  Otomatis  Apabila  ada orang menyakiti keturunan Sayyidah Fatimah, maka secara tidak langsung ia telah menyakiti Baginda Nabi. 

Baca juga :

JANGAN SELALU MENYALAHKAN ORANG LAIN

Sesuai dengan  riset yang ada, bahwa barang siapa yang berani melakukan hal tersebut  ay  menyakiti atau mendhalimi keturunan Sayyidah Fatimah, maka ia akan segera  musnah,  baik ketika ia masih berada dialam dunia  lebih-lebih ketika telah sampai di  akhirah.  Ini telah nyata  terjadi kepada pembunuh Sayyidina Husein  yaitu Ibnu Ziyad yang bernama asli Abdullah.    

Mungkin ini hanya gambaran kecil atas kedudukan agung para Dzurriyatur Rasul SAW. Seburuk apapun perilaku yang Beliau-beliau tampakkan, janganlah sesekali menghina, mengejek, atau bahkan menzalimi mereka, karena khawatir hal tersebut menyebabkan murkanya sang Baginda. Bahkan disebut didalam kitab Kawkabul Anwar ‘ala ‘Aqdil Jawhar bahwa seberapa buruk perilaku yang beliau-beliau kerjakan, tidak akan meneyebabkan mereka wafat dalam keadaan keluar dari Islam.

Jadi solusi terbaik, ketika kita menjumpai Dzurriyaturrasul yang demikian, maka diamlah dan jangan banyak comen.

Imam Rofi’i/el_ihsan

1 thought on “Mahkota Keturunan Termulia

  • Rintihan Pendosa

    Tuhan ini aku hamba Mu
    Betapa banyak dosa telah aku perbuat, aku gak tau jumlahnya berapa dan sebesar apa Yang aku tahu rahmat ampunanmu jauh lebih besar dari apapun. Berapa kali aku berjanji untuk tidak mengulangi lagi, tapi aku ulangi, bukan hamba tidak malu dengan jumlah nikmat yang engkau berikan, kemudian hamba serasa membalas dengan pelanggaran.
    Jika engkau menuntut semua pemberianmu, dengan apa aku harus penuhi sedang yang aku punya hanyalah dosa, jika engkau mengambi seluruh nikmatmu, aku tidak punya sisa apa-apa kecuali dosa yang tidak tahu jumlahnya
    Jika engkau mau dengan semua ini terjadi, maka aku tergolong orang yang merugi dan penyesalannya tiada henti. Sungguh telah banyak engkau menciptakan makhluk, banyak pula makhluk itu membangkang, bahkan kadang hanya merasa dan tidak mengubahnya, dan aku termasuk di dalamnya.
    Tuhan berapapun aku berterima kasih sepanjang hidupku tanpa aku tidur sekali pun hingga mulut ini tidak bisa berucap lagi dan raga ini tak dapat di gerakkan lagi, tidak akan menandingi pemberianmu yang tidak kenal jumlah telah aku nikmati dan sedikit sekali aku syukuri.
    Tuhanku,,, karuniamu tak terhingga, siapa yang tau jumlah besarannya kecuali engkau, sedangkan kami sebagai penikmatnya. Setiap kali aku lakukan dosa, rasa malu menghantuiku, hingga aku kau jadikan aku sebagai kekasihmu yang mulia, aku tak mampu untuk menghadapmu dengan dosaku yang begitu besar sedang tobatku ku abaikan. Jika kau pilih aku sebagai hambamu yang mulia betapa malunya aku menghadapmu jika aku harus membawa amal yang sedikit dan dosa yang tak terhingga sedangkan cinta kasih sayangmu tidak ada batasnya.
    Jika aku mengeluh karena kesakitan menahan berat ujianmu, maafkan hamba yang kurang tau berfikir dan berterima kasih atas pemberianmu yang tak sebanding. Tuhan,, aku berdoa meminta kenikmatan sebanyak banyaknya, tapi maafku kian terlupakan, malu rasanya jika mengingatnya aku selalu meminta dan engkau selalu kabulkan kemudian aku lupakan.
    Jika butuh aku datang kepadamu mengeluh mengemis dengan tangis karena aku tahu engkau yang terbaik memberikan solusi, tapi jika aku senang tanpa beban serasa aku tidak tau bahwa itu juga darimu yang harus aku syukuri, tapi nyatanya tidak begitu, aku mengabaikanmu acuh tak acuh.
    Betapa besarnya dosaku, hingga sampai matipun aku tidak akan selesai menghitungnya, kakiku terlalu sering membawaku ketempat-tempat maksiat meski hati enggan mengikutinya, mataku tak jarang melihat perkara yang tidak engkau ridlo meski hatiku berteriak tidak rela, tanganku sering kali melakukan hal yang melanggar padamu, walaupun kadang berseberangan dengan keinginan hatiku, hatiku kadang mengikuti nafsuku meski jiwa kadang menjerit tidak mau dan tubuhku kadang tak menghiraukan titah laranganmu. Betapa besar dosaku.
    Kau sudah sangat baik sebagai tuhan manusia melebihi tuhan manusia manapun, kau kirimkan nikmat, kau berikan amanat sedangkan aku menjadi penghianat. Tuhan, aku ini manusia, secara sadar tidak mau berkhianat karena takut engkau laknat. Tuhan aku ini hambamu, mengerti kalau aku berbuat dosa engkau akan murka, tuhan aku ciptaanmu, yang kau ciptakan pilihan antara pahala dan dosa tapi kadang aku pilih keduanya sedangkan kau tuntut aku pilih satu saja, tuhan aku ini, inginku, kau sayang, meski kadang sering tidak karuan, perintahmu aku langgar dan laranganmu aku lakukan, lantas aku paham, sayang dari mana jika aku terus melanggar ! tapi kau tetap saja menyayangiku dengan segala cinta dan nikmatmu.
    Tuhan aku masih sangat ingat dan sangat paham cintaku padamu tak sebesar cintamu padaku, cintaku kepada rosulmu tak sebesarnya cinta rosulmu kepadaku ummatnya, itu aku paham, tapi kadang aku tak mampu untuk menambahkan yang ada cinta itu terus berkurang. Sampai saat ini aku bisa berucap subhanallah walhamdulillah walailaha illallahu allahu akbar walillahilham astagfirullah rabbal baraya astagfirullah minal khotoya.
    Tuhan ini aku hamba-Mu….
    Yang masih suka mabuk dengan dosa pada-Mu, seperti biasa aku merasa bersalah, merasa malu, dan merasa takut setelah melakukan sebuah dosa pada-Mu. Bumi ini kau ciptakan untuk kami manusia, entah apa keinginanmu tapi yang aku tau ini adalah kehendakmu, dengan segala macam isi makhluk hidup di dalam beserta prilaku baik dan buruknya, patuh dan membangkangnya. Setiap dosa manusia sadar, termasuk aku sendiri bahwa itu tidak baik dan berdampak buruk secara lahir maupun batin, itupun engkau sangat tidak menyukainya sehingga kenapa kemudian engkau mencatat kami dosa. Bukan engkau tergantung kepadaku atau kami karena apapun yang berkaitan denganmu tidak ada sangkut pautnya dengan kami kecuali kami yang ada hubungannya dengan ketetapanmu.
    Jika kami berdosa engkau tetap maha pengampun, jika aku berdosa engkau tetap bijaksana, jika mereka hambamu berdosa engkau tetap dengan sifat rahmannya menurunkan rahmat. Dengan kebijaksanaanmu kami seperti ini, engkau tidak pernah cemburu pada kami kecuali kami yang membahasakan engkau cemburu sebagai mana sifat manusia pada manusia lainnya ketika di duakan. Sedangkan engkau tidak butuh itu.
    Kembali lagi aku ucapkan bahwa ‘kami malu padamu atas semua perilakuku yang tidak senonoh dan itu membangkang aturanmu aku sebagai hamba. Sehingga jika kau turunkan suatu ujian apapun kami tidak akan bertanya ‘salah kami apa sehingga engkau menurunkan cobaan yang begitu berat? Karena itu sudah terjawab oleh kesalahan kami hambamu yang entah berapa jumlah dan besarnya setiap orang generasi lalu, sekarang dan berikutnya.
    Ya, maha Rahman aku tak tau bagaimana membahasakan maaf kepadamu kecuali istighfar yang kau ajarkan pada kami, tapi kemudian kami ulangi lagi sebab kami istigfar itu yang kemudian kami istigfar lagi meminta belas kasih sebuah maaf dari mu dan engkau memaafkan. Dosa kami besar tapi ampunanmu lebih besar.
    Setiap bencana yang kau turunkan kami paham bahwa itu sebagai bentuk pelajaran yang kau berikan kepada manusia lain sebelum kami menerimanya, agar kami siap menerimanya terlebih dahulu. Cerita dan kisah manusia terdahulu sudah engkau kisahkan tentang manusia yang membangkang dan manusia yang taat. Itu bukan tanpa sebab, melainkan agar kami sadar sebagai manusia sadar diri bahwa kami adalah ciptaan yang ada penciptannya sewaktu-waktu kami akan kau panggil, yang itu hanya engkau yang tau, tidak ada lagi.
    Engkau maha tahu, berapa jumlah istigfarku, jika hamba mengharap ampunanmu serasa tidak mungkin dengan jumlah dosaku yang terlampau banyak tapi engkau perintahkan hamba untuk selalu memohon ampun. Setiap hari kami berbuat salah dengan macam tingkatan tinggi, rendah, banyak, sedikit dan besar kecilnya dosa yang silih berganti, sedangkan amal baikku, aku sangat malu mengakui yang terlalu sedikit. Kalau bukan rahmat-Mu, kami tidak ada harapan lain atas keselamatan kami.
    Pada kitab suci-Mu yang aku baca dengan penuh kesalahan sering di kejutkan dengan siksaan siksaan yang kau gambarkan sebagai balasan bagi manusia yang membangkang sedangkan yang membangkang kami, ya rab. Setiap kali membaca ayat cinta darimu, ayat kasih dari-Mu, ayat rahmat darimu, ayat surge darimu, yang ada dalam harapan kami sebuah harap yang lebih besar dari dosaku meski perilakuku tak mencerminkan itu.
    Bukan kami tidak mendengarkan nesehatmu dari hamba-hambamu yang mulia, tapi kami tak mampu selalu berjalan di atas jalanmu yang lurus meski itu harapanku. Kami tidak ingin durhaka, meski kami sering durhaka padamu. Harapan kami adalah rahmat ampunanmu.
    Tuhanku, yang maha melihat, melihat setiap gerak-gerik hidupku hingga yang tak di ketahui oleh manusiapun dan yang tak terlacak oleh alat apapun. Kau melihat kelakuanku, yang dengan dosa-dosa ini terhina. Setiap manusia yang berdosa akan merasakan penyesalan setelahnya, bukan sebelumnya mereka tidak tahu, tapi karena terlena olehnya sesuatu itu.
    Setiap perbuatanku yang terhukumi dosa kau catat dosa. Setiap keburukan yang aku perbuat tidak ada sisi kebaikannya. Sedangkan setiap kebaikan yang aku perbuat masih terselip dosa, dosa yang di timbulkan oleh mata, oleh detak detik hati, oleh ucapanku oleh ingatanku. Sholat dan berdoa adalah kebaikan yang kau akan ganjar tapi kadang hatiku tak terkontrol dan otakku mengingat kemana-mana, kadang bukan penyesalan penyesalan dari perbuatan dosa, tapi rasa ingin mengulangi lagi hadir menggangguku. Padahal aku menghadapmu, tuhanku tuhan seluruh alam apa yang ada di bumi, apa yang ada di langit, yang besar, yang kecil, yang jauh, yang dekat, yang bisa di jangkau atau tidak semuanya mutlak adalah milikmu sedang yang ada di genggamanku dan genggaman manusia adalah amanah yang kau titipkan untuk kami mengelolanya dengan baik dan benar, tapi kadang itupun kami banyak yang tidak patuh pada amanahmu, lebih seenaknya kami menggunakannya.
    Tuhanku pemilik langit, setiap periku manusia akan di pertanggung jawabkan oleh masing individu, pun aku dan milikku dan seluruh manusia akan mati menghadapmu dengan membawa seluruh amalnya. Entahlah bagaimana seluruh manusia dengan bekalnya menghadapmu yang di pertanggung jawabkan.
    Tuhanku, sering aku mencoba untuk mengingat dosa-dosaku yang telah lalu, namun aku tak mampu menghitungnya, serasa tak kuat memikul beban beratnya, itupun dosa yang aku ingat apalagi yang sudah ku lupakan sungguh lebih banyak dari itu. Kau beri aku keterbatasan dengan lupa, sehingga yakinku bahwa dosaku lebih banyak dari amal baikku. Karena sholatku adalah kewajiban kepadamu tuhanku, begitu pula puasa dan zakatku. Di luar amalan itu kami sungguh sangat sedikit mengamalkan sunnah rosulmu, kewajibanku kepadamu saja kami lalai hingga pura-pura lupa karena malas atau sengaja di tinggalkan apalagi amalan yang lain ini.
    Aku ceritakan ini bukan engkau tidak tahu sebab engkau adalah maha tahu sebelum aku tahu, tapi karena engkaulah tuhanku sebagai tempat aku pulang dari manapun hingga aku berlumuran dosa sekalipun dan engkau dengan sifat rahmanmu menerima siapapun yang kembali kepadamu. Karena aku yakin dosa apapun, sebesar dan sebanyak apapun yang di perbuat oleh manusia akan di ampuni olehmu kecuali dosa syirik menyekutukanmu. Karena itu tidak akan engkau mentolerir dosa yang satu ini, semoga engkau menjauhkan kami dari dosa syirik ini. Karena harapan kami, hambamu ini sangat berharap untuk berjumpa denganmu kelak meskipun sekarang kami sebagai pelaku dosa.
    Sebagai pelaku dosa kami sadar bahwa yang kami lakukan merupakan hal yang buruk, serta di murkai olehMu, meskipun begitu kami harap engkau ampuni kami, sebagai seorang hamba tiada yang di harap selain rahmat ampunanmu, seberapa besar dosa manusia ketika sudah terpuruk akan kembali kepadamu, ketika sudah lelah dengan perbuatan dosanya sendiri. Yang penting kami mohon kepadamu, jangan sampai kau masukkan kami pada golongan yang engkau kunci hatinya dari segala kebenaran sehingga kami tidak bisa melihat kebenaran yang senyatanya, mata kami tertutupi dari kebenaran, hati kami terhalang untuk merasakan nasehat-nasehat kalammu, telinga kami hilang dari pendengaran kebaikan dan hanya keburukan dan maksiat yang kami dengar, jauhkanlah. Karena meskipun manusia sebagai pelaku dosa termasuk hamba, kami tidak mau jikalau sampai seperti itu adanya, karena kami tidak akan mampu menahan deras siksaan api nerakamu meskipun kami tidak pantas mendiami surgamu yang menjadi harapan hati kecilku malu.
    Aku sudah tau kisah keserakahan qorun pada masa nabi musa sehingga hal itu memberikan pelajaran pada kami agar tidak menjadi hamba yang serakah, meski kami juga mengikuti sedikit alur ceritanya, serakah pada saudara, pada teman, serakah pada lingkungan, serakah pada hewan dan serakah pada diri sendiri. Aku juga sudah baca kisah fir’un dengan kesombongannya dia mengaku sebagai tuhan, kemudian kau binasakan secara terhina dan kau ceritakan itu lewat firman sucimu agar kami tidak menjadi manusia penghamba yang sombong, meski tidak sedikit dari kami yang mengikuti alurnya, dengan percaya pada tahayyul, dukun, sesajin dan ujub yang merupakan bagian dari sombong padamu dengan tidak percaya pada ketetapanmu dan lebih percaya kepada sesuatu yang tidak sedikitpun memberi dampak positif maupun nigatif.
    Aku sudah mendengar kisah raja nambrud yang menantang nabi Ibrahim as, sebagai utusan tuhan penyebar kebaikan penghilang kebodohan pemberi solusi, pengangkat derajat manusia kepada lebih mulia, mengangkat para hamba dari kesesatan menuju kebenaran. Nambrud yangdi kenal sebagai raja penentang agama tuhan dengan keangkuhannya merasa lebih besar, lebih berkuasa dan merasa lebih benar dari pada tuhan yang maha esa, tapi akhir dari cerita hidupnya mati secara tragis oleh hewan kecil yang tidak membuat tikus yang lemah sekalipun mati karenanya. Tapi nambrud yang mengaku kuat ternyata lemah, mengaku kuasa ternyata tidak bisa berbuat apa-apu, mengaku raja tapi matinya terhina, itu semua kau beritahukan kepada kami hambamu agar selalu taat kepadamu, meski kami membangkangnya, agar selalu hormat pada orang baik,dan sholeh agar mendapat keberkahannya, meski kadang kami congka’ di hadapannya, agar menjadi manusia yang bisa menghormati orang lain menjadi manusia yang manusiawi yang di sayang tuhan. Akupun sudah menonton kisa kan’an putra nabi Nuh yang tenggelam oleh banjir bandang yang sangat besar, dengan keegoisannya iya merasa yakin akan selamat, tidak mengikuti petuah ayahnya Nuh as, tapi kebesaranmu kau perlihatkan. Kan’an tenggelam. Mati dalam keadaan kafir nauzubillah.
    (kepada mereka di katakan) “Salam”, sebagai ucapan selamat dari tuhan yang Maha Penyayang. Begitu Kau siratkan titahmu dalam surah yasin, kasih ucapan salam, salam penghormatan yang mulianya tidak ada bandingannya. Salam itu kau berikan kepada hamba-Mu yang selamat, yang taat, yang kau ridhai, yang kau sayangi. Tapi apakah kami termasuk di dalamnya? Kami juga mengharapkan itu, tapi dengan sikapku yang kadang menyalahkan-Mu karena apa yang ku inginkan tak sesuai dengan harapan, kami malu pada-MU. Mengharap kebaikan darimu sedangkan tingkahku menentang-MU. Jika di ukur dengan manusia, siapakah yang mau menerima permintaan harapan itu sedang iya sudah berbuat salah. Setiap dosa yang aku perbuat, aku sadar itu salah dan aku takut, engkau akan mencabut nyawaku di saat sedang melakukan dosa. Semoga engkau jauhkan itu dariku, karena aku tidak akan kuat menanggung malu di hadapan-Mu. Betapa ruginya, betapa sakitnya, betapa takutnya manusia yang kau cap ajalnya pada saat melakukan dosa.
    Jika, manusia itu kau tibakan ajalnya pada saat sedang melakukan dosa, tiada lain yang iya harap kecuali belas kasihmu, cintamu, meski secara akal manusiawi engkau tidak akan mengabulkan itu. Bagaimana iya tidak mengharap kasih sayangmu sedangkan iya tidak punya apa-apa sebagai bekal tuk menghadap padamu kecuali dosa yang di pikul dengan susah payah sebagai tanggungan akibatnya. Betapa menjeritnya manusia, betapa dahsyat rasa takut manusia, di saat meregang nyawa nafas terengah engah sambil kau perlihatkan tempat-tempat yang mengerikan di alam akhirat. Mereka menjerit penuh penyesalan.
    “Dan jika sekiranya kamu melihat mereka ketika orang-orang yang berdosa itu menundukkan kepalanya di hadapan tuhannya, (mereka berkata): “Ya Tuhan kami, kami telah melihat dan mendengar, maka kembalikanlah kami (ke dunia), kami akan mengerjakan amal shaleh, sesungguhnya kami adalah orang-orang yang yakin”, (As-Sajadah 32:12).
    Ayat berikutnya berkata:
    “Dan mereka berteriak di dalam neraka itu: “Ya Tuhan kami, keluarkanlah kami niscaya ami akan mengerjakan amal yang sholeh berlainan dengan yang telah kami kerjakan”. Dan apakah kami tidak memanjangkan umurmu dalam masa yang cukup untuk berfikir bagi orang yang berfikir, dan (apakah tidak) datang kepada kamu pemberi peringatan? Maka rasakanlah (azab Kami) dan tidak ada bagi orang-orang yang zalim seseorang penolongpun.(Fathir 35:37).
    Ayat berikutnya berkata:
    “Adapun orang-orang yang beriman dan berbuat amal saleh, maka Allah akan menyempurnakan pahala mereka dan menambah untuk mereka sebagaian dari karunia-Nya. Adapun orang-orang yang enggan dan menyombongkan diri, maka Allah akan menyiksa mereka dengan siksaan yang pedih, dan mereka tidak akan memperoleh bagi diri mereka, pelindung dan penolong selain dari pada Allah. (An-Nisa 4: 173).

    Tuhan ini aku hamba-Mu.

    Jika berkenan masukkan ke daftar kepenulisan upload

    Reply

Leave a Reply