Headlines

Allah tak punya tujuan

Oleh: Husni Syarif

Jika saat ini kalian dalam keadaan berbaring ditengah lapang atau duduk didepan rumah, lihatlah kelangit yang begitu cerah, matahari pagi membangunkan pohon-pohon yang masih terlelap, embun pagi menyejukan hati saat minum teh hangat.

Itulah qudrah dan iradah Allah begitu indah bagi orang-orang yang mensyukurinya, lain halnya bagi orang yang selalu protes pada iradah Tuhan, seakan-akan Tuhan salah dalam pemberiannya, inilah ciri-ciri orang tidak ridha pada iradah Tuhan.

Namun, ada juga yang ridha pada Tuhan tapi salah pemahaman, mereka mengatakan “Mungkin Allah punya tujuan lain”, ditinjau dari segi diksi mungkin tak ada permasalahan, namun jika kita kaji lebih dalam maka terdapat kesalahan jika kita hubungkan dengan sifat qudrah dan iradah Allah.

Cobalah kita periksa diksi “tujuan”, kata tujuan mengindikasikan bahwa orang yang mempunyai tujuan bukanlah dzat yang sempurna. Mengapa seperti itu ?. Secara logis jika seseorang mempunyai tujuan berarti dia ingin kesempurnaan contoh kecilnya saya punya tujuan menjadi orang kaya di dunia, maka pemahaman yang bisa diambil adalah saya masih miskin, sehingga punya tujuan untuk kaya, tidak mungkin jika kekayaan saya sudah melampui semua orang masih punya tujuan kaya.

Begitu juga dengan dzat Allah, Dia tak punya tujuan, segala yang terjadi didunia ini bukanlah tujuanNya namun kehendakNya, sebab tujuan termasuk sifat hawadits karena ketidak sempurnaannya.

So, dalam berfikir dan berkata-kata sambillah dicerna sehingga tidak ada pemahaman yang salah, bisa jadi kata-kata yang salah dapat juga membawa kita dalam jurang kebinasaan, pemikiran-pemikiran seperti itu harus kita hanguskan agar iman kita pada Allah semakin dalam sehingga menjadi hamba yang sebenar-benarnya menghamba. Wallahu A’lam.

Refrensi: Ummu Al Barahin

Leave a Reply