Lumajang, PPMU BAKID | www.mubakid.or.id

Sejak 1979, Pondok Pesantren Miftahul Ulum mulai mengirim Guru Bantu ke beberapa lembaga pendidikan Islam. Setiap tahun tidak kurang lebih dari 70 santri diberangkatkan sebagai tenaga pengajar atau Guru Bantu ke berbagai daerah baik di pulau Jawa maupun luar Jawa.

Tujuan penugasan ini untuk mencapai tiga maslahat: a). Maslahat kepada GB itu sendiri, karena dapat mengasah ilmu yang telah dipelajari di Pesantren; b). Maslahat kepada madrasah penerima GB, karena mendapatkan tenaga bantuan pengajar; c). Maslahat kepada Pondok Pesantren Miftahul Ulum, karena dengan penugasan ini, salah satu tujuan pesantren didirikan untuk nasyril-’ilmi wa ad-dakwah islamiyah (menyebarkan ilmu agama dan dakwah Islam) dapat tercapai dengan mudah, sampai kelapisan masyarakat paling bawah sekalipun, yang berdomisili jauh dari lingkungan pesantren.

Dalam rangka mempersiapkan hal tersebut di atas, Biro Urusan Guru Bantu dan Da’i yang lazim disebut dengan UGB dan DA’I sebagai salah satu lembaga unit kerja Yayasan Miftahul Ulum, yang bergerak di bidang dakwah dan pengiriman Guru Bantu, resmi menggelar agenda rutin tahunan yaitu Pembekalan dan Diklat bagi Calon Guru Bantu dan Da’i Tahun 2019/2020, Jum’at (10/5/19). Hadir dalam pembukaan diklat, Pengurus Yayasan, Pengurus UGB dan Da’i dan Perwakilan Pengurus Pesantren.

Kegiatan diklat bertempat di Aula Pondok Pesantren Miftahul Ulum Banyuputih Kidul dan diikuti oleh seluruh Calon Guru Bantu yaitu Santri lulusan Madrasah Tsanawiyah Diniyah, yang nanti akan dikirim dan ditugaskan  kepada lembaga-lembaga pendidikan baik pesantren dan madrasah dan atau lembaga pendidikan keagamaan yang membutuhkan bantuan tenaga pendidik baik di pulau Jawa maupun luar Jawa.

‘’Penugasan ini merupakan bentuk Pengadian Santri kepada masyarakat seperti halnya Kuliah Kerja Nyata dalam istilah kampus. Program Pengadian Santri (PPS) adalah bagian dari proses pembelajaran (taklim), pendidikan (tarbiyah) dan pengabdian santri kepada masyarakat (khidmah lil mujtama’). Agar dapat melakukan tugas sesuai dengan harapan, sebelum terjun ke lapangan terlebih dahulu CGB perlu diberi pembekalan’’ jelas H. Ahmad Sarto, S.Pd

Dalam sambutannya, Abdur Rohman selaku Ketua UGB ‘’Tujuan dari pembekalan dan diklat ini adalah memberikan wawasan, pengetahuan, keterampilan , dan teknik untuk melaksanakan kegiatan tertentu yang diperlukan dalam pelaksanaan seluruh rangkaian kegiatan PPS mulai dari penrencanaan sampai dengan evaluasi hasil pembuatan laporan, sehingga santri siap dalam hal persiapan PPS.’’

Selama 20 hari hingga tanggal 31 Mei 2019 atau 26 Ramadhan 1440 H. Semua peserta wajib mengikuti dan akan mendapatkan materi pembekalan dan diklat yang meliputi; 1) Penguatan Ke-Aswaja-an; 2) Kompetensi Tenaga Pendidik; 3) Manajemen Pendidikan Islam dan Administrasi; 4) Manajemen Dakwah; 5) Fikih Kemasyarakatan, Ubudiyah dan lain-lain.

Sedangkan Pemateri DIKLAT tahun ini adalah H. Ahmad Qusyairi, S.Pd.I M.A (Ketua Tim Aswaja Center PCNU Lumajang), Drs. KH. Fanandri Abdus Salam, M.M (Kepala SMK Negeri di Lumajang, dan Salah Satu Tim Asesor BAN-SM Jawa Timur), H. Abdur Rahman, S.Ag, M.A (Pengurus PCNU Lumajang dan Pegawai Kemenag Lumajang) dan beberapa pemateri lainnya. (ISH)

Leave a Reply