mubakid.or.id – Lumajang; Sebagai Pendidikan Tinggi Keagamaan Islam Swasta  (PTKIS) yang tergolong muda di Lumajang, Sekolah Tinggi Ilmu Syariah Miftahul Ulum (STISMU) Lumajang terus berupaya membangun jejaring kerjasama dengan berbagai instansi dan steake holder. Kebutuhan akan terjalinnya jejaring kerjasama antar perguruan tinggi merupakan kebutuhan mutlak dalam rangka membangun sebuah perguruan tinggi yang unggul dan mampu berdaya saing dalam era globalisasi dan era revolusi industri saat ini.

Setelah sukses menjalin kerjasama dengan beberapa instansi di wilayah Lumajang, kali ini STISMU Lumajang menandatangani perjanjian kerjasama (Momerandum of Understanding) dengan Institut Agama Islam (IAIN) Jember, Senin (21/01/19). Penandatangan dilakukan oleh Ketua STISMU Lumajang Sarkowi, S.Pd.I., MA dan Rektor IAIN Jember Prof. Dr. H. Babun Suharto, S.E,. M.M di Lantai 2 Gedung AULA PUTRI STISMU Lumajang. Segenap para pimpinan, para dosen serta seluruh Mahasiswi STISMU menjadi saksi penandatanganan MoU tersebut.

Penandatangan MoU yang dikemas dengan Stadium General tersebut dihadiri langsung oleh Pembina Yayasan sekaligus Pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Ulum R. KH. M. Husni Zuhri, Ketua Yayasan Miftahul Ulum H. Maksum, S.Ag., dan Staf Ahli Kementerian Ketenagakerjaan RI KH. Muhammad Nur Hayid, S.Th.I., M.M.

Usai penandatangan MoU, kegiatan kemudian dilanjutkan dengan acara Stadium General oleh Prof. Dr. H. Babun Suharto, S.E,. M.M dengan Tema “Peluang dan Tantangan PTKIS berbasis Pesantren dalam Menghadapi Era Revolusi Industri 4.0”.

Dalam sambutannya, Ketua Yayasan Miftahul Ulum H. Maksum, S.Ag menjelaskan “Kampus STISMU Lumajang sebagai perguruan tinggi berbasis pesantren, selain telah menjalin kerjasama dengan beberapa perguruan tinggi, Bank Syariah Mandiri Lumajang, Pengadilan Agama dan Pengadilan Negeri Lumajang. STISMU juga telah menjalin kerjasama dengan Pengurus Cabang Nahdhatul Ulama (PCNU) Lumajang yang akan terealisasi dalam bentuk Pelatihan Kader Penggerak Nahdhatul Ulama (PKPNU) sebagai benteng dan penguatan karakter ahlussunnah wal jama’ah bagi dosen, mahasiswa dan lulusan STISMU Lumajang”.

Sementara itu, Pengasuh PPMU Bakid menyampaikan bahwa Prof. Dr. Babun Suharto ini merupakan salah satu perintis beridirinya STISMU Lumajang ini bersama dengan Ketua STISMU pertama yaitu Alm. Drs. KH. Mustafa Hisyam, SH. Oleh karenanya beliau berharap kepada Prof. Dr. H. Babun Suharto yang saat ini menjadi Ketua Forum Pimpinan PT Negeri Islam Indonesia, selaku salah satu perintis agar senantiasa memberikan bimbingan dan arahan demi kemajuan STISMU kedepan. ’’Bahkan kami ini (pengurus Yayasan: Red) punya mimpi Prof – semoga ini bukan mimpinya orang tidur – ke depan STISMU ini segera bisa beralih status menjadi Institut tentu tetapi tetap mempertahan nilai-nilai tradsional (salafiyah : Red) dalam bingkai ahlussunnah wal jamaah.’’ imbuhnya.

Dalam orasinya Rektor IAIN Jember yang juga pengurus PWNU Jawa Timur ini, mengawali dengan joke-joke segar. ’’Mohon maaf Kyai, saya ini punya dua gelar Profesor dan Propesor. Profesor gelar akademik sementara Propesor adalah Protolan Pemuda Ansor.’’ Disambut tawa para peserta. Pria Kelahiran Sumenep Madura ini mengatakan “sebagai Lembaga Pendidikan Tinggi, STISMU harus berupaya dan meyakinkan masyarakat bahwa STISMU adalah pilihan pertama dan utama, maka dari itu, pengelola STISMU harus memperhatikan dan mengembangkan tiga unsur utama yaitu Kualitas Sumber Daya Manusia yang unggul, Perangkat Kelembagaan yang mapan dan STISMU harus menjadi pusat penguatan kajian dan riset keilmuan”. Dalam pemaparannya juga, Rektor yang mengawali karirnya sebagai cleaning service STAIN Jember menyatakan siap menjadi pembina STISMU bahkan siap mengawal jika STISMU ingin segera bertransformasi dari Sekolah Tinggi menjadi Institut Agama Islam Miftahul Ulum.

Penjelasan Mantan Ketua LPTNU Jawa Timur dikuatkan oleh KH. Muhammad Nur Hayid S.Th.I., M.M yang juga menjadi pengurus pusat Lembaga Dakwah NU (LDNU) yang menyatakan bahwa “kesediaan Prof. Dr. H. Babun Suharto, S.E,. M.M untuk menjalin kerjasama (MoU) dengan STISMU Lumajang adalah bukti nyata kecintaan beliau kepada pesantren dan Nahdhatul Ulama”. Dalam paparannya Sekretaris HIPSI Pusat ini juga memberi motivasi kepada mahasiswi dan civitas akademik STISMU, agar bersungguh-sungguh dalam mengemban dan melaksanakan amanah, tentu dibalaut dengan ta’dzim kepada guru dan orang tua, menjalankan puasa senin-kamis dan memperbanyak sholawat kepada Nabi Muhammad. ’’Kalau adik-adik bersungguh-sungguh dalam menuntut ilmu, ikhlas, taad kepada orang tua dan ta’dzim kepada guru, disertai dengan tawakkal ala Allah, you can be someone’’  (AZ)

Leave a Reply