Tepat di hari peringatan Kemerdekaan RI Ke-76, 1000 santri Pondok Pesantren Miftahul Ulum Banyuputih Kidul mengikuti vaksinasi massal. Pelaksanaan vaksinasi tersebut atas kerjasama dengan Kodim 0821 Lumajang dan Dinas Kesehatan Kabupaten Lumajang.

Pelaksanaan vaksinasi dihadiri langsung oleh Dandim Lumajang dan jajarannya, pengasuh dan beberapa pengurus Pesantren serta petugas kesehatan dari Dinas Kesehatan Kabupaten Lumajang dibantu oleh pengurus Poskestren dan santri husada Miftahul Ulum.

Dr. Zainuddin, M.Pd.I Kepala Pengurus Pesantren Miftahul Ulum pelaksanaan vaksinasi ini bertujuan mendukung pemerintah dalam rangka mencegah penyebaran covid 19 dan bagian ikhtiar menciptakan herd immunity di lingkungan pesantren. Tentu ikhtiar ini diiringi oleh doa dan tawakkal kepada Allah swt.

Baca juga : Live Streaming Istighatsah Dan Doa Bersama HUT RI Ke-76

Pelaksanaan vaksinasi digelar di dua tempat berbeda. Vaksinasi santri putra digelar di gedung Aula Putra. Sedangkan vaksinasi santri Putri ditempatkan di lokasi pesantren Putri.

Dimulai jam 08.00 hingga jam 13.00 WIB pelaksanaan vaksinasi berjalan lancar hanya saja ada beberapa santri 2gagal untuk divaksin karena tidak memenuhi syarat dan ketentuan yang berlaku Sehingga Tidak semua santri yang bisa ikut vaksin. Santri bisa divaksin harus memenuhi syarat dan ketentuan yang telah ditetapkan yaitu :

  1. Peserta harus dalam keadaan sehat
  2. Pelaksanaan vaksinasi dengan menerapkan Protokol Kesehatan ketat
  3. Peserta dianjurkan untuk sarapan terlebih dahulu sebelum pelaksanaan vaksinasi
  4. Peserta yang sudah divaksin akan terus dipantau kesehatannya
  5. Peserta juga akan diberikan waktu istirahat yang cukup usai pelaksanaan vaksinasi.

0 thoughts on “HUT RI Ke-76, 1000 Santri PPMU BAKID Ikuti Vaksinasi Massal

  • Assalamualaikum .. mohon maaf ustad. Mau tanya. Pondok kapan buka selama ppkm ini agar bisa dengan putra kami?

    Atau tidak adakah fasilitas seperti telepon berbayar untuk putra kami agar dapat menghubungi kami selama di pondok, jujur saya pribadi merasakan kesulitan untuk komunikasi dengan putra kami. Kami juga tidak tau dengan keuangan anak kami.

    Anak kami di transfer per Minggu karena takut kekurangan dg nominal tidak sedikit. Dan langsung habis tanpa kita tau anak kami membeli apa saja.

    Sementara di sisi lain kami mencoba menghubungi pihak pondok ketua daerah namun respon nya tidak meng.enakan.

    Mohon maaf apabila ada salah dg kata2 kkami, kami sebagai org tua setiap detiknya khwatir.

    Reply

Leave a Reply