Sudah menjadi agenda rutin mengakhiri kegiatan tahun ajaran, setiap organisasi ekstrakurikuler pesantren mengadakan sebuat kegiatan besar dengan mendatangkan pemateri profesional di bidangnya. Kegiatan tersebut dimaksudkan untuk mengoptimalkan dan memperkaya khazanah keilmuan santri dan para anggotanya.

Setelah Jam’iyyatul Muballighin – Organisasi yang mewadahi para calon dai’i – suskes menggelar pembinaan akbar untuk anggotanyab dengan menghadirkan KH. Mohammad Mas’ud, S.Ag, M.A, Ketua Tanfidziah PCNU Lumajang. Maka hari ini Sabtu, (13/02/21). yang bertepatan dengan tanggal 1 Rajab, Gabungan Musyawarah santri atau biasa disingkat menjadi GAMUS juga mengadakan kegiatan pamungkas akhirus sanahnya – yaitu Halaqah Ngaji Ushul Fiqh. Kegiata yang mengambil tema Membumikan Kita Al-Waraqat ini menghadirkan narasumber dari Surabaya, Kyai Zaini Karim dari Surabaya..

Kegiatan yang dilaksanakan di gedung Aula Terpadu Miftahul Ulum ini dimulai pada jam 09.00 WIB dan disiarkan secara live streaming melalui akun youtube resmi Pondok Pesantren Miftahul Ulum Banyuputih Kidul. Seluruh anggota GAMUS yang terdiri dari masing-masing perwakilan daerah tampak antusias dan khidmat mengikuti kegiatan tahunan tersebut. Bahkan tak jarang di tengah-tengah penyampaian materi, mereka senyum dan tertawa dengan joke-joke segar khas pesantren yang dilontarkan oleh narasumber.

“Teori-teori ilmu itu produk berfikir orang-orang cerdas yang jauh di atas langit, seharusnya ini kita kebumikan menjadi teori berfikir kita, minimal dalam komunikasi. Begitu pula dengan kitab al-waraqat. Sehingga kita bisa akrab dan tidak merasa asing dengan al-waraqat dalam kehidupan sehari-hari”. Ungkap Kyai Zaini.

Tokoh Kyai kelahiran Madura yang masih memiliki hubungan kekerabatan dengan KH. Musleh Adnan Pemekasan ini memberikan penjelasan yang sangat menarik dan mudah dicerna oleh pemula sekali pun. Sehingga para peserta yang hadir dalam kegiatan tersebut mendapatkan pencerahan dan paradigma baru tentang kitab Al-Waraqat. Kitab yang sangat ringkas dan lumayan sulit dipahami tersebut disampaikan dengan bahasa kekinian oleh narasumber sehingga bisa dipahami dengan baik bahkan walaupun oleh orang yang awam sekalipun.

Sebagai evaluasi pembelajaran, dalam acara tersebut juga diadakan presentasi oleh salah seorang santri yang dalam hal ini diwakili oleh M. Bakiruddin, siswa kelas 1 Madin Ulya Miftahul Ulum. Kegiatan ini ditutup dengan sesi tanya jawab dan berakhir lancar selesai jam 13:00 WIB.

Leave a Reply