Suara kicauan burung masih terdengar di telinga seorang gadis yang kini berada di depan jendela kamarnya ,melihat burung -burung yang tengah berterbangan di udara sambil mendengarkan  nyanyian nyanyian  burung yang hinggap di atas atap kamarnya.

Dari wajah nya ia terlihat  begitu bahagia ,tapi rasa bahagia itu bukan dari pemandangan yang ia lihat maupun suara-suara merdu yang ia dengar saat ini.Rasa itu karena pikirannya yang membayangkan  tentang hari ini,hari ulang tahun nya,membayangkan bagaimana ibunya tengah memasak makanan kesukaannya dan menghidangngkannya.

Gadis itu pun keluar dari dalam kamarnya ,ia ingin sekali melihat persiapan yang di lakukan ibu nya saat ini .Rasa bahagia yang tadi menyelimutinya  tiba-tiba luntur seketika.Sekarang rasa kecewa yang ada pada dirinya,melihat meja makan kosong,tidak tampak sedikitpun bayangan makanan kesukaannya tersedia di sana ,bahkan tidak ada kesibukan atau persiapan apapun dirumahnya.Ia kesal,marah dan jengkel.

“huh,ibu sudah lagi tak sayang kepadaku,sudah tidak ingat hari ulang tahun anaknya sendiri,sungguh keterlaluan.” Gerutunya dalam hati.                                                                

“ini pasti gara-gara adik yang sakit semalam,sehingga ibu sudah lupa hari ulang tahun dan makanan kesukaanku.Dasar anak manja “

Di tunggu sampai siang, tampaknya orang serumah tak peduli lagi padanya. Tidak ada yang memberi ucapan selamat , ciuman, atau mungkin memberikan kado untuknya. Apa orang rumahnya sudah lupa pada hari ulang tahunnya?  Apakah mereka sudah tidak sayang lagi padanya? 

Entahlah, perasaan gadis itu mulai kemana mana, marah dan sedih kini hinggap di dalam persaanya.Ia ingin sekali keluar dan pergi dari rumahnya, alias kabur. Pergi menjauh dari orang orang yang sudah lupa  dengan hari spesialnya .

 Dengan perasaan seperti itu.Sang gadis pun  kembali masuk kedalam kamarnya,bersip siap untuk pergi ,gadis itu memakai kerudung sekaligus memakai jaket hodie ,agar tidak begitu di curigai oleh orang rumahnya,karena itu pakaian yang biasa ia kenakan jika keluar dari rumahnya.Saat sudah siap , tanpa pikir panjang ia pergi meninggalkan rumahnya begitu saja.

  Perut kosong dan pikiran yang di penuhi kejengkelan membuat nya berjalan sembaranga . Walau pun terbuka lebar tapi seperti orang berjalan dengan mata tertutup, ia sama sekali sama sekali tak melihat jalanan yang ia lalui.Syukur tidak ada lalu lalang kendaraan di sana.                               

           Saat melewati sebuah gerobak penjual bakso, tercium lah aroma nikmat dari sana,tiba-tiba gadis itu sadar, betapa lapar perut nya ! ,ia baru sadar kalau belum makan dari tadi pagi .      

Gadis itu menatatap ingin ke arah kepulan asap yang tengah menari nari di atas  semangkuk bakso.ia sangat menginginkan bakso itu,tapi ia tidak puanya uang sepeser pun. Gadis itu mendekat ke tempat si penjual bakso .                                                                

“Mau beli bakso, Neng? Duduk saja di dalam.”Sapa si penjual bakso                                         

“Mau bang ,tapi saya tidak punya uang .”Jawabnya tersipu malu.                                             

“Bagaimana kalau hari ini abang traktir kamu?”                                                                                       Tak ada jawaban  dari si gadis, ia malu menerimanya ,di sisi lain ia sangat menginginkan itu.           

“Ya udah ,duduk ,abang siapin bakso super enak buat Neng”

        Si gadis pun masuk ke dalam tenda si penjual bakso yang tersambung dengan gerobak nya. Pikiran  gadis itu masih sama ,memikir kan orang rumah nya yang lupa akan hari kelahiran nya, hari yang begitu special menurut nya .Ia sangat  menunggu  momen – momen menyenangkan pada hari ini.

Di saat  memikirkan tentang itu semua ,tiba – tiba ia tidak kuasa menahan air matanya .

“ Lho,  kenapa nangis Neng?” Tanya si penjual bakso.

             “Saya jadi ingat ibu saya ,bang,sebenarnya hari ini ualng tahun saya. Malah abang yang tidak saya kenal ,yang member saya makan .Ibu ku sendiri tidak ingat hari ulang tahun ku, apalagi member makanan kesukaan ku.Saya sedih dan kecewa bang.”

          “Neng cantik, abang yang baru sekali aja member makanan bisa bikin neng terharu sampai nangis. Lha, padahal ibu dan bapak neng, yang ngasih makan tiap hari, dari neng masih bayi sampai segede ini, apa neng bisa terharu begini? Jangan ngeremehin orang tua sendiri neng, ntar nyesel lho .” Gadis itu seketika tersadar . “ Kenapa aku tidak perna berfikir seperti itu ?                                       

Setelah menghabis kan makanan dan berucap terimah kasih .gadis itu pun bergegas pergi .Setibanya di rumah, ibunya menyambut dengan pelukan hangat, wajah cemas sekaligus lega,

 “neng,dari mana kamu neg , seharian ini, ibu tidak tau harus mencari kamu kemana . “

“Selamat ulang tahun ya, neng.Ibu telah membuaat makanan kesukaan kamu,kamu pasti lapar kan?   Ayo nikmati neng ,ibu udah masakin itu semua buat kamu”

  “ Ibu ,maafin neng  bu,”Ia menangis dan menyesal di pelukan ibunya , yang membuat  ia semakin menyesal ,ternyata di dalam rumah hadir pula sahabat – sahabat baik dan paman serta bibi nya .Ternyata ibu si gadis membuat pesta kejuataan untuk putri kesayanganya. 

Tersirat sebuah pesan bahwa kita mendapat pertolongan atau menerima pemberian sekecil apapun dari orang lain ,sering kali kita begitu senang dan selalu berterimah kasih.Sayang nya kasih dan kepedulian tanpa syarat yang di berikan oleh orang tua sering kali tidak tampak di mata kita.

Oleh : Redaksi eL-Hijrah

Leave a Reply