Sebagai jantung pesantren, Perpustakaan Terpadu Miftahul Ulum, Sabtu (16/01/21) mengadakan pelatihan jurnalistik dengan mendatangkan narasumber yang luar biasa. Beliau adalah Ust. Dony Ekasaputra, M.Pd.I, seorang penulis yang baru-baru ini mendapat penghargaan nomor 1 dalam ajang santripreneur award tingkat nasional dan Muhammad Faisal Ali, S.H desaigner muda yang pernah menjabat sebagai Pimpinan Redaksi Majalah Dinding di Pondok Pesantren Miftahul Ulum.

Sahroni, S.Pd.I., M.Pd, selaku pembina Perpustakaan Terpadu Miftahul Ulum yang juga turut hadir pada acara ini sangat mengapresiasi panitia yang sukses mengadakan pelatihan semacam ini. Menurutnya minat baca dan tulis yang dewasa ini mulai menurun, perlu ada terobosan-terobsan untuk meningkatkan kembali budaya literasi di pesantren. Melalui pelatihan ini, beliau berharap agar “Ngaji Jurnalistik” ini tidak hanya sekadar pelatihan saja, tapi harus benar-benar bisa dipraktekkan. Apalagi narasumber kegiatan tersebut adalah santri yang tidak hanya seorang penulis tetapi juga santri yang entrepreneur.

“Saya berharap kegiatan ini akan mampu melahirkan penulis-penulis baru yang handal yang memiliki jiwa entrepreneurship seperti Ustadz Dony ini.” ujarnya

Mengamini harapan Sahroni, S.Pd.I., M.Pd, yang juga menjabat sebagai Sekretaris Yayasan Miftahul Ulum, Ust. Dony, sapaan akrab beliau juga turut berpesan, bahwa menjadi penulis itu harus mau berproses tidak bisa instan.

“Silahkan ikuti pola para penulis yang sudah sukses. Ikuti cara mereka. Jangan takut gagal. Jadikan kegagalan itu sebagai langkah awal untuk menuju kesuksesan. Kalau jatuh, ya berdiri, jangan diam” pesan penulis buku Ijtihad Politik KH. Fawaid As’ad yang hingga saat ini masih aktif mengajar di Ma’had Aly Sukorejo Situbondo.

Muhammad Faisal Aly, S.H, dengan materi yang berbeda juga menyampaikan bahwa menjadi santri itu harus multitalenta. Harus kreatif dan inovatif. “Sebagai pemula, pakailah metode ATM dulu, amati, tiru dan modifikasi. Itu tidak apa-apa. Gunakan kesempatan kalian di mading ini sebaik dan sekeren mungkin. Jangan pernah merasa puas”. Ujarnya.

Pelatihan yang diikuti oleh semua tim redaksi majalah dinding di Pondok Pesantren Miftahul Ulum ini bertujuan untuk mengasah dan memotivasi teman-teman dalam menyajikan konten tulisan yang benar dan baik. Untuk menyuguhkan tulisan yang berbobot pada para pembaca, tentunya pelatihan semacam ini sangat dibutuhkan. Apalagi, anggota redaksi majalah dinding di tahun ini adalah generasi baru setelah sebelumnya mengalami pergantian kepengurusan mading. (ish)

Leave a Reply