Di balik lestarinya bermadzhab yang kita rasakan pada saat ini adalah tidak lepas dari kreatifitasnya para mujtahid di dalam mengembangkan literasi keilmuan Islam. Begitu banyak karangan beliau yang sampai saat ini masih menjadi bahan diskusi oleh para muqallidnya. Contohnya Imamuna As Syafi’i RA, pengikut madzhab beliau menjadi mayoritas di wilayah Asia Tenggara. Sedangkan Imam Malik Ibn Anas RA banyak diikuti oleh mayoritas ulama’ Mesir dan sebagian ulama’ di Benua Afrika. Di dalam madzhab Syafi’iyah sendiri banyak ulama’ yang terus mengembangkan dengan mengikuti alur berjalannya era.

Di antara generasi yang meneruskan estafet kajian para Imam-imam Madzhab adalah para santri, dari mereka akan akan muncul Ijtihad-ijtihad kontemporer dengan menyesuaikan zaman yang rujukannya kembali kepada Imam-imam madzhab Qudama’

Sesungguhnya para mujtahid ilmu fiqh itu banyak, seperti Imam Abu Daud Ad Dzohiri, Imam Laits (yang maqbarohnya dengan Imam Sayfi’i) dll. Dan saat ini pengikut madzhab beliau tidak ada atau punah mungkin karena tidak ditemukannya naskah teks karangan beliau yang dilestarikan.

Jadi begitu pentingnya mengembangkan literasi keilmuan supaya bisa dirasakan oleh generasi penerus untuk terus dikaji dan dikembangkan.

Penulis : Muhammad Imadul Ifkar (Mahasiswa Universitas Al-Azhar Mesir Alumni PPMU BAKID

Leave a Reply