Wajah Bahagia terpancar dari para wisudawan dan Wali Mahasiswa/I STIS Miftahul Ulum Lumajang pada Sabtu 7 Desember 2019. Pasalnya, sebanyak 192 mahasiswa dan mahasiswi secara resmi dinyatakan lulus oleh Ketua STISMU Lumajang, Sarkowi, M.A.

Melalui perhelatan upacara wisuda yang untuk pertama kalinya sejak pesantren berdiri diwisuda pula 55 Mahasiswi yang kesemuanya adalah santri dan alumni Pesantren Miftahul Ulum Banyuputih Kidul. Pada kesempatan ini, orasi ilmiah disampaikan oleh Prof. Masdar Hilmy, M.A, Ph.D Guru Besar Sosiologi dan Rektor UIN Sunan Ampel Surabaya. Tema yang diangkat oleh dalam orasi ilmiah, yakni “Tantangan Santri dalam  Menyongsong Era Revolusi Industri 4.0”.

Dalam orasinya Prof. Masdar menekankan Pentingnya Santri untuk selalu melek informasi serta berparadigma kompetitif, inovatif dan menguasai kemampuan bahasa asing. 3 unsur paradigma ini adalah mutlak mengingat perrubahan zaman yang begitu cepat, bukan lagi pada menit namun sudah pada tempo per detik. Dahulu kita membeli suatu barang, mulai makanan, minuman atau baju mesti berjalan dulu ke Pasar, tetapi saat ini cukup pencet gadget semua bs datang kepada kita.”ucapnya”

Pada Wisuda kali ini diberikan pula penghargaan kepada 4 Mahasiswa dan Mahasiswi berpretasi berpredikat Cumlaude. Untuk Prodi Hukum Ekonomi Syariah diberikan kepada Muhammad Ghufron Hidayatullah dan Diah Kartika Rohman. Sedangkan untuk Prodi Hukum Keluarga Islam diberikan kepada Babul Ulum dan Husnul Khotimah. Masing-masing mendapat bantuan Tabungan dari Bank Syariah Mandiri. Acara yang berlangsung sejak pagi ini diakhiri dengan Doa Penutup dari Pengasuh Pesantren Miftahul Ulum Bakid, KHR. Husni Zuhri.

Sehari sebelum Wisuda telah dilaksanakan pula Yudisium dan Seminar Nasional dengan menghadirkan Pembicara Bupati Lumajang Thoriqul Haq, LLM dan Ketua Tanfidziyah PCNU Kabupaten Jember Dr. KH. Abdullah Syamsul Arifin. Meski hujan deras dan angin kencang sempat menghambat jalannya acara seminar sehingga terpaksa dipindahkan ke Gedung Aula Pesantren, hal ini tak menyurutkan semangat Kedua Pemateri untuk memberikan Wawasan Kepada para Wisudawan.

Bupati Lumajang yang seorang Santri ini menyampaikan pentingnya seorang santri menjaga sanat keilmuan agar barokah dan Ketersambungan Ilmu terus terjaga. Kemudian juga perlu ditekankan selalu menggunakan Logika Pesantren sebagai bentuk konsistensi seorang santri yang telah menuntul Ilmu di Pesantren.

Menyambung dengan uraian Bupati Lumajang tersebut, Gus Aab (panggilan Dr. KH Abdullah Syamsul Arifin, M.H.I) menyampaikan perlunya santri memahami peta dakwah dan menguasai psikologis massa ketika memberikan materi ceramah. Ungkapan beliau merupakan respon dari Viralnya ceramahnya Gus Muwafiq yang secara substansi tidak keliru, hanya kurang tepat disampaikan kepada audience yang tak semuanya menguasai referensi kitab kuning.

Acara Yudisium berakhir pukul 16.00 seiring mulai redanya hujan deras dan kilatan petir yang terus mengiringi sejak siang hari. (Hafiz)

Leave a Reply