Jember – Ikatan Santri dan Alumni Banyuputih (IKSABA) Kampus Se-Jember menggelar Seminar Nasional dengan tema yang bertajuk “Eksistensi Revolusi Indrusti 5.0,” Minggu (17/11/2019). Seminar yang dilaksanakan di Gedung Teater Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Jember tersebut dihadiri oleh beberapa pengurus Yayasan dan Pesantren Miftahul Ulum, IKSABA Pusat, pengurus IKSABA Kabupaten Lumajang-Jember dan beberapa tamu undangan dari berbagai aliansi organisasi mahasiswa dan alumni pesantren lain.

Kegaiatan rutin yang sepenuhnya dihandle oleh mahasiswa alumni Kampus Se-Jember tersebut diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Quran, Shalawat Asyraful Anam, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars NU Ya Lal Wathan.

Acara seminar kali juga dihadiri oleh salah satu anggota DPRD Kabupaten Jember yang juga alumni PP. Miftahul Ulum Banyuputih Kidul Lumajang, Ghofir S.H.

Dalam sambutannya, Pria asal Madura yang sekarang duduk di Komisi B DPRD Kabupaten Jember ini mengatakan “Saya sangat mengapresiasi kegiatan seminar hari ini. Sebagai Alumni PPMU BAKID yang sekarang mendapat amanah sebagai Wakil Rakyat, saya berharap, ke depannya IKSABA Kampus Jember ini tidak hanya dirasakan oleh lingkup mahasiswa alumni saja, tetapi harus lebih luas dan lebih bermanfaat bagi masyarakat. Insya Allah saya siap mendukung program-program kegiatan ISKABA demi kemajuan IKSABA dan Pesantren”. Disambut riuh tepuk tangan dari para peserta seminar.

Sahroni S.Pd.I, M.Pd. selaku pemateri memaparkan, bahwa tema seminar kali ini sangat menarik dan penting sekali bagi para santri dan pesantren dalam menghadapi tantangan revolusi industri 4.0. Pesantren, sebagai lembaga pendidikan Islam yang konsen mendidik para santri untuk tafaqquh fid dîn (mendalami ilmu agama), sekarang ini juga dituntut untuk menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman dan kemajuan teknologi informasi yang sangat pesat. Dunia yang telah memasuki era revolusi industri 4.0 bahkan di negara lain sudah memasuki 5.0, maka mau tidak mau, siap atau tidak, santri harus mampu dan terbuka menghadapi tantangan kemajuan teknologi era revolusi industri 4.0. Santri harus dibekali dengan skill dan intelektual yang mumpuni sehingga mampu kompetitif. Namun tanpa harus menghilangkan identitas dan jati diri sebagai seorang santri yang tawadhu’, sederhana dan taat kepada Kyai.

“Jika komunitas santri dan pesantren tidak mempersiapkan diri dan membekali para santrinya untuk menguasai dunia digital, maka orang lain yang akan mengisinya. Tentu saja sesuai dengan ideologi dan pandangan yang mereka miliki. Santri tidak boleh hanya menjadi obyek atau user teknologi saja. Saatnya santri harus mengambil peran dalam kemajuan teknologi ini” Jelasnya

Sementara itu, pemateri kedua H. Sirojuddin Yusuf (Pengurus IKSABA Kabupaten Lumajang) yang menggantikan pemateri sebelumnya yaitu, Bapak Choirul Bhakti, S.E.I. yang berhalangan hadir karena sakit, lebih terarah dalam pembentukan karakter dan pengukuhan kekeluargaan IKSABA sekiranya lebih harmonis lagi. “Keharmonisan yang seperti ini perlu dijaga, dengan melakukan pertemuan-pertemuan macam seperti ini saya kira dapat membangun relasi alumni lebih kuat lagi, tambah harmonis. Dan, tidak akan menutup kemungkinan, hubungan silaturrahmi tidak akan terputus”

Tidak hanya seminar, acara ini juga dibungkus dengan pelantikan kepengurusan IKSABA Kampus Jember dalam masa Khidmat 2019-2020. Terlantiklah sahabat Baidowi menggantikan ketua umum sebelumnya, yaitu sahabat Isbatul Iman. Dan disusul oleh kepengurusan lainnya dalam struktrural tertentu; Wakil: Nanang wahyudi. Sekertaris: Anisa Nur Wachidah. Bendahara: Almaidah. Internal: Aniyat, Novi, Khoirul anam, Shofin. Eksternal: Ahlam musayadah, Mahrus, M.Ikhwan hidayatullah, Ana septianing muthia.. (N.A. Tohirin)

Leave a Reply