Lumajang, PPMU BAKID | www.mubakid.or.id

Moment Idul Fitri sebagai bulan saling memaafkan (halal bi halal) betul-betul dimanfaatkan oleh pengurus IKSABA di berbagai daerah untuk menjalin silaturahmi dan mempererat tali persaudaraan sesama alumni. Tidak hanya itu Halal Bihalal IKSABA juga dijadikan sebagai wadah menyambung hati dan ikatan batin para santri dan alumni dengan para masyayikh Pondok Pesantren Miftahul Ulum.

Tercatat mulai bulan 11 Syawal 1440 beberapa Kabupaten dan Kecamatan IKSABA mengadakan Reuni IKSABA. Mulai dari Sampang Madura, Surabaya, Candipuro, Kedungjajang, Sumberbaru, Tanggul, Senduro, Lumajang dan beberapa daerah lainnya.

Kegiatan halal bihalal yang diinisiasi oleh pengurus IKSABA Kabupaten atau kecamatan ini merupakan media untuk dapat mempertemukan para alumni pesantren Miftahul Ulum Banyuputih Kidul (Bakid) baik yang tua maupun muda, serta para santri yang masih belajar di satu pesantren, untuk saling bertukar pengalaman dan gagasan.

Hadir pada kegiatan itu para ulama dan tokoh masyarakat, alumni dan santri yang masih aktif mengaji di Pondok Pesantren Miftahul Ulum Bakid serta masyarakat umum.

Ketua Umum IKSABA H. Salim Bawafi mengatakan, Kegiatan yang rutin digelar setiap tahun ini dimaksudkan untuk mempererat tali silaturahmi antara alumni dan santri. Dan juga tabbarukan dari Masyayikh PPMU BAKID tercinta.

“Harapan kita dari kegiatan ini, koordinasi dan sharing pengalaman antara alumni yang sudah sepuh dengan santri yang masih muda bisa terjalin dengan baik. Hal ini tentu akan memudahkan para santri kelak ketika sudah pulang ke daerah masing-masing,” ujarnya.

Sementara itu, Pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Ulum Banyuputih Kidul KH. M. Husni Zuhri yang hadir dalam beberapa kegiatan IKSABA tersebut sangat menekankan pentingnya persatuan umat Islam khususnya para alumni dan santri. Ketika umat Islam kuat dan bersatu, umat Islam tidak mudah diombang-ambingkan oleh pihak manapun.

Lebih lanjut pengasuh menegaskan bahwa ada 3 misi/tujuan dibentuknya IKSABA yaitu : misi ubudiyah / aqidah , misi ilmiah/dakwah, dan misi ukhuwwah.

Rois Syuriah PCNU Lumajang empat periode ini juga memberikan tausiyah kepada para santri dan alumni agar senantiasa berusaha untuk menjaga dan membersihkannya hati dari penyakit-penyakit hati : takabbur, ujub, riya’,  sum’ah dan hasud dan hal-hal yang dapat membuat hati menjadi gelap bahkan membatu sehingga tidak mampu menerima kebenaran. Karena hanya dengan hati yang bersih (qalbin salim) manusia akan mendapatkan keselamatan kelak ketika menghadap Allah swt (Asy-Syu’ara : 89).

Hati yang Salim dapat diperoleh melalui memperbanyak dzikir kepada Allah dan berusaha melakukan amal kebaikan dengan hati ikhlas. Kalau sudah ikhlas maka taufiq (pertolongan) Allah akan kita raih, sebagaimana pesan Sayyidina Ali bin Abi Thalib Karramallah wajhah

اعز كلمة صعدت من الارض الى السماء الاخلاص
و اعز كلمة نزلت من السماء الى الارض التوفيق

Leave a Reply