Sabtu, (1/2/2020) Ikatan Santri Alumni PPMU Banyuputih Kidul menggelar acara Musyawarah Kerja (MUSKER) Perdana di Gedung Aula Pondok Pesantren Miftahul Ulum Banyuputih Kidul. Kegiatan ini merupakan agenda rutin tahunan IKSABA yang diikuti Pengurus Pusat dan 27 Pengurus Daerah dab Kecamatan Se Jawa Timur. Musker ini bertujuan untuk mengevaluasi program kerja pengurus masing-masing daerah dan merancang program kegiatan satu tahun ke depan.

Acara Musker tahun ini dilaksanakan pada 1 Februari 2020 yang bertepatan dengan 7 Jumadil Akhir 1441 H. Kegiatan MUSKER perdana berlangsung khidmat dan buka langsung oleh Pengasuh PPMU BAKID KH. M. Husni Zuhri. Acara sidang dipimpin oleh H. Maksum, S.Ag Ketua Yayasan Miftahul Ulum.

Dalam arahan dan taujihatnya, KH. M. husni Zuhri yang juga menjadi Rois Syuriah PCNU Lumajang mengingatkan kembali tujuan dibentuknya IKSABA “Visi Misi dan tujuan IKSABA harus selaras dengan Visi Misi Pesantren dan Yayasan. IKSABA dibentuk bukan untuk bersaing dengan organisasi alumni pesantren lain seperti Sidogiri, Lirboyo, Sarang dll. Tetapi semata-mata untuk Misi Dakwah, Misi Ukhuwah dan Misi Ilmiah; apapun latar belakang dan profesinya. Tentu semuanya harus didasari dengan niat ikhlas karena Allah swt.”

Yakinlah kalau kita ikhlas semata-mata karena Allah, maka pertolongan (Taufiq) Allah akan turun kepada kita. Jangan berharap taufik tanpa adanya ikhlas.

اعز كلمة صعدت من الارض إلى السماء الإخلاص واعز كلمة نزلت من السماء إلى الازض التوفيق

IKSABA harus menjadi garda terdepan dalam menjaga akidah ahlus sunnah wal jamaah dan senantiasa menjaga akhlak al-karimah khususnya di kalangan alumni, santri dan ummat pada umumnya. “Karena santri dimanapun dan sampai kapan pun tidak boleh dan tidak bisa terpisah dengan akidah aqidah aswaja. Sama halnya dengan ikan dan air. Kalau santri alumni sudah meninggalkan aqidah aswaja, maka seperti ikan yang tidak betah dalam air.” tegasnya.

Jangan sampai alumni mengikuti aliran-aliran yang tidak jelas yang muncul di zaman yang tidak jelas dan tidak menentu seperti sekarang ini. Ada aliran yang hanya mewajibkan tahajjud saja, dzikir saja tanpa sholat lima waktu. Inj sudah jelas-jelas menyimpang dari syariat. Dalam kitab Tanwiril Qulub Syaikh Amin Al-Kurdi disebutkan

شريعة بلا حقيقة عاطلة وحقيقة بلا شريعة باطلة
Syariah tanpa hakikat, ATIL (Kosong tak bermakna). Hakikat tanpa syariat, BATIL.

Beliau juga berpesan kepada para pengurus IKSABA yang hadir saat itu agar selalu menjaga 6 hal dalam berkehidupan dan bermasyarakat :

  1. Meningkatkan Akhlak Al-Karimah
  2. Saling memaafkan dan menebarkan salam (kedamaian)
  3. Senantiasa mendahulukan kepentingan orang lain (Itsar)
  4. Memiliki sikap tasamuh (toleransi)
  5. Saling tolong menolong antar sesama (ta’awun)
  6. Sopan santun, mudah bergaul namun tetap menjaga diri.

“Jika enam hal di atas ini dapat diamalkan dengan baik, Insya Allah kita akan menjadi umat yang mencintai dan dicintai ummat.” Imbuhnya

Sementara itu, dalam sambutannya Ketua Umum IKSABA H. Salim Bawafi menyampaikan bahwa jangan sampai para alumni merasa keberatan dengan amanah yang telah diemban karena kesibukan atau lainnya. Rois Syuriah MWC Sumberwuluh ini juga mengajak kekompakan para alumni agar senantiasa meningkatkan khidmah (pengabdian) kepada pesantren dan masyayikh. “Ayo kita kompak dan semangat. Jangan malas kalau dimintai bantuan oleh pesantren,” tegas beliau.

Leave a Reply